Lawyer Ganjar-Yasin Laporkan Ketua FUIB Terkait Isu SARA

    47

    PPP.OR.ID – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah yang disusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ganjar Pranowo ditimpa isu SARA dan fitnah, terkait dengan pembacaan puisi milik Gus Mus. Selian itu, beliau juga difitnah melalui salah satu akun YouTube yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai penegak syariah.

    Sementara itu, tim hukum Gajar-Yasin, Heri Joko Setyo melaporkan pelaku penyebaran isu SARA ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada Senin (9/4/2018).

    Diketahui, pelaku penyebaran isu SARA yang menyerang Ganjar Pranowo tersebut adalah Rahmat Himran, Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB).

    “Ada dua fakta hukum berunsur SARA yang menyerang Ganjar Pranowo. Pertama, tentang penyebaran dan pemviralan tentang undangan peliputan. Kedua, fitnah melalui akun Youtube yang dilakukan oknum yang mengaku sebagai penegak syariah,” ujar Heri.

    Heri menyebut, perbuatan tersebut dapat dikategorikan melanggar Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    “Isinya adalah setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi, yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” jelas Heri, Senin (8/4/2018).

    Pernyataan Rahmat, tersebar melalui pesan berantai yang tersebar melalui media elektronik. Berita dan informasi yang disebar tersebut adalah tidak benar adanya, sehingga dapat menimbulkan unsur kebencian dan SARA, sehingga akan menimbulkan permusuhan.

    Padahal, sebelum membacakan puisi, terlebih dahulu Ganjar menyebut jika puisi yang akan dibacanya adalah karya Kiai Mustofa Bisri, berjudul Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana. Beliau juga menegaskan, puisi tersebut dibaca utuh tanpa ada perubahan satu kata pun.

    “Tentunya ajakan ini berpotensi merusak iklim Pilkada Jateng yang damai dan tenteram. Kita melapor agar ada tindakan dari kepolisian menindak pelaku pemecah belah bangsa,” tegas Heri.

    Bahkan, imbuh Heri, salah satu akun Youtube yang mengaku dari penegak syariah mengeluarkan kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan, apalagi dengan ujaran kebencian.

    “Dalam video yang tersebar, pelaku memaki juga mengeluarkan ujaran kotor yang tidak pantas pada Ganjar Pranowo,” pungkas Heri. (Ch)