Masjid Al-Mustofa, Wajah Masjid Tertua di Kota Bogor

50

PPP.OR.ID – Begitu menyebut kota bogor yang terlintas pertama-tama adalah puncak, villa atau tempat wisata. Mungkin memang karena gambaran tersebut yang selalu tereplikasi dalam percakapan, tulisan dan informasi diberbagai media. Tidak banyak yang mengetahuai bahwa Bogor memiliki masjid bersejarah. Masjid Al-Mustofa adalah masjid tua yang dibangun pada abad ke 17 M.

Tubagus Mustofa Bakri bin Tubagus Abdul Qodir adalah pendiri Masjid Al-Mustofa. Beliau memiliki garis keturunan dari Sunan Gunun Jati, Cirebon. Maka tidak heran jika masjid ini dipengaruhi unsur arsitektur Cirebon selain Banten.

Masjid bersejarah ini berada di derah Bantarjati sebuah kawasan padat penduduk yang dulu dikenal dengan nama Kampung Baru. Ada yang mengatakan bahwa Kampung itu yang menjadi cikal bakal berdirinya Kota Bogor.

Masjid yang dibangun pada 1728 ini, sekarang dijaga dan dirawat oleh keturunan kelima dari Tubagus Mustofa, yaitu Mukti Nasir. Masjid yang pada mulanya dibangun seluas 11 x 35 meter itu sekarang sudah diperluas menjadi 15 x 50 meter.

Pemugaran dan renovasi telah dilakukan beberapa kali pada masjid ini, meskipun begitu corak asli dari bangunan masjid masih tetap dipertahankan. Bangunan berupa tiang yang ada di dalam masjid yang dulunya terbuat dari kayu jati dengan sembilan goresan yang menyimbolkan Walisongo sekarang telah diganti menjadi beton. Penggantian tersebut  hanya untuk menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan zaman. Struktur maupun ornamen yang ada di dalamnya tetap dipertahankan.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas sudah menjadikan masjid ini sebagai cagar budaya pada tahun 2011. Dalam masjid ini uga menyimpan peninngalan lain yaitu mushaf Al-Quran dan manuskrip khotbah tulisan tangan. Putera pertama Tubagus Mustofa Bakri adalah yang dipercaya menulis manuskrip tersebut. Kini manuskrip itu masih tersimpan di masjid  dalam sebuah kotak kaca.

Sebagai bangunan cagar budaya, Masjid tertua di kota Bogor ini banyak dikunjungi berbagai wisatawan, baik dari dalam maupun mancanegara. Pada 2012, bahkan mesjid ini sempat kedatangan tamu dari negara Yaman, Timur Tengah. Masjid ini sampai sekarang masih aktif digunakan untuk kegiatan peribadatan. Pengajian rutin, tadarusan, dan sebagainya serta berbagai kegiatan keagamaan lain sering digelar di masjid ini.  (Dari berbagai sumber/ ZA)