Menjamurnya Pertokoan Modern, Uu Inginkan Pasar Tradisional Tetap Bertahan

    43

    PPP.OR.ID – Pedagang Pasar Galuh Kawali, Ciamis mengeluhkan kondisi pasar tradisional yang makin ditinggalkannya oleh pembeli. Apalagi dengan menjamurnya pertokoan modern yang terjadi sejak 2008. Hal itu mengakibatkan mengerusnya pendapatan pedagang di pasar tersebut.

    Sementara itu, Sekretaris Himpunan Pedagang Pasar Galuh Kawali, Abdul Khobir Farizal menyampaikan hal itu saat Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 1 yang di usung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Uu Ruzhanul Ulum berkunjung ke pasar tersebut.

    Farizal mengatakan, pendapatan pedagang di Pasar Kawali mengalami penurunan bertahap setelah pasar dan pertokoan modern dibangun secara berkala pada 2008 lalu. Dan saat ini pendapatan kita paling cuma seperempatnya dibanding sebelum ada pasar dan toko modern.

    “Sekarang saja, pas puasa, pasar kita masih sepi pembeli. Pembeli sudah beralih ke pasar-pasar modern. Di sini banyak toko modern yang jaraknya dekat dengan pasar,” ujar Farizal.

    Mendengar hal tersebut, Cawagub Uu menanggapi, pertokoan modern tak boleh dibangun di areal dekat pasar tradisional. Pemerintah mematok radius minimum jarak antara pasar tradisional dan modern ini sekitar 2,5 km. Dan produk-produk yang dijual di pasar modern tersebut juga 30 persen di antaranya merupakan produk lokal.

    “Dengan jarak sejauh itu, orang yang mau belanja ke pasar tradisional tidak akan tergiur pergi ke pasar modern. Ini sudah kami lakukan di Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga ada solusi yang sama-sama menguntungkan untuk pedagang pasar tradisional dan pengusaha pasar modern,” ungkap Bupati Tasikmalaya non aktif tersebut.

    Senada dengan itu, menurut Cawagub Uu, pasar tradisional punya peranan penting dalam roda perekonomian. Pasar tradisional ini juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, pasar tradisional harus dilindungi. Pemerintah berkewajiban memberikan proteksi terhadap pedagang pasar yang notabene merupakan pengusaha kecil dan menengah.

    “Perlindungan diberikan agar keberadaan mereka tak tergerus kehadiran pasar dan pertokoan modern,” pungkas beliau. (Ch)