Milenial Kunci Suara PPP, Media Sosial Jadi PR Caleg

95
PPP
Ketum PPP dalam Santiaji Caleg DPW PPP DIY.

PPP.OR.ID, Yogyakarta – Suara pemilih pemula atau kaum milenial adalah kunci kesuksesan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk meraih target tiga besar nasional.

Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy mewajibkan kader atau caleg mampu berkampanye dengan cara-cara yang milenial lakukan atau perlukan. Gus Rommy menginstruksikan para caleg agar bisa melebur dan menjadi seperti yang milenial butuhkan dan lakukan. Dalam bahasa lain yakni ‘Be Like Them’.

“Ya caleg harus bisa melakukan hal-hal untuk milenial, jangan hanya mengandalkan pengajian, tabligh akbar atau istighosah tapi juga perlu lewat acara try out, festival band atau acara-acara yang memang disukai oleh anak muda,” katanya seusai acara Santiaji Caleg PPP DIY di Hotel Platinum, Minggu (24/2/2019) malam.

Selain itu, Gus Rommy mengajak para caleg mulai menggarap kampanye secara digital melalui sosial media atau website. Pasalnya, sosial media dan website menjadi langkah yang cukup efektif untuk meningkatkan hubungan antara caleg dan User sebagai target pemilih.

“Saya sampaikan kepada para caleg bahwa sosial media saat ini sudah digunakan oleh setengah penduduk Indonesia. Artinya, kalau caleg tidak menggunakan sosial media ini jadi persoalan, maka mereka akan ditinggalkan oleh setengah pemilih, mereka harus aktif di sosial media, ya minimal facebook dan instagram,” terangnya.

Langkah ini, lanjut Gus Rommy sekaligus menekankan kepada masyarakat bahwa PPP bukanlah partai tua, dan menepis anggapan yang selama ini melekat pada partai bergambar ka’bah ini.

“Ketua Umumnya saja paling muda di antara partai lainnya. Jadi ini bukan hanya rebranding cara kampanye tapi rebranding PPP,” Gus Rommy menambahkan.

Sementara itu, Caleg PPP untuk DPR RI dari Dapil DI Yogyakarta, Qorinatul Hasinah menjelaskan langkah menggaet pemilih pemula bukanlah perkara mudah.

Ia menganggap pemilih pemula merupakan pemilihan yang paling sulit dipetakan. Namun ia meyakini, instruksi dari ketua umum untuk menggunakan sosial media setidaknya akan membantu meraih porsi pemilih pemula untuk mencoblos partai bernomor urut 10 ini.

“Untuk kalangan tua kita gencarkan coblos Ka’bah, tapi kalau untuk anak muda ini yang kita harus bisa melebur, menjadi seperti apa yang mereka butuhkan, kita kenalkan partainya, nama calegnya, itu akan masuk,” tandasnya. (sk)