Momentum Pesantren Menjadi Lembaga Pendidikan Yang Diminati

8

PPP.OR.ID – Dahulu, jika kita mendengar istilah pesantren, dalam pikiran kebanyakan orang adalah lembaga pendidikan agama yang berdiri dipelosok dengan tempat dan kondisi ala kadarnya. Utamanya kalau kita menengok sejarah abad 20an, pesanteren dipandang sebgai lembaga pendidikan yang kuno. Imbas dari Image tersebut yang belajar dipesantrenpun sebgaian besar adalah ornag-orang desa dengan orang tua yang mayoritas adalah petani.

Dewasa ini, jika kita sebutkan kembali istilah pondok pesantren midset orang-orang sekarang akan bergeser cukup jauh. Orang tidak lagi mengangagap pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terbelakang, ini karena lembaga pendidkan pesantran juga telah banyak bergeser dengan mengadopsi system pendidikan modern. Meskipun begitu sistem pengajaran secara tradisional tetap dipertahankan.

Jika dilihat secara mendalam dan objektif pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang komparatif dan komplit, ini karena memadukan ilmu agama dan ilmu dunia (mengajarkan keterampilan dan wirausaha). Lahirnya para intelektual pesantren seperti Lukman Hakim Syaifudin, Said Aqil Siraj, KH. Abdurrahman Wahid dan lainnya menjadi bukti pesantren memiliki keunggulan. Intelaktual-intelektual tersebut tidak hanya fasih dalam ilmu agama tetapi juga mendalami berbagai literature keilmuan umum.

Gelombang pergeseran pesantren menemukan momentumnya pasca penetapan Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan HSN merupakan pengakuan perjuangan dan jasa santri dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.

Institusi pendidikan dengan budaya ilmu yang kental, unik, dan khas. Institusi pendidikan untuk semua golongan. Institusi pendidikan yang mengajarkan kurikulum langit dan bumi untuk menghadapi tantangan zaman. Institusi pendidikan yang menghasilkan alumnus (baca: santri) yang tak terhitung menebar manfaat bagi bangsa ini. Berbicara santri dan pesantren, maka kita berbicara tonggak pendidikan dan kemerdakaan bangsa. Selalu membanggakan menjadi seorang santri.

Nyantri di pondok pesantren sekarang menjadi trend. Kini nyantri bukan hanya diminati oleh anak-anak desa tetapi juga kota. Ini membuktikan institusi pendidikan dapat mengakomodir segala golongan, baik konglomerat hingga kalangan jelata. Ditengah hingar-bingar faham radikalisme pesantren menjadi benteng dan pelindung atas serangan faham radikal. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menjadi harapan bangsa Indonesia kedepan. (Dari berbagai Sumber/ZA)