Mukerwil DPW PPP DKI Jakarta dan Konsolidasi Pilkada 2018

119

PPP.OR.ID – Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta diselenggarakan. Acara tersebut dihadiri oleh segenap pengurus DPW PPP DKI Jakarta, pengurus DPP PPP dan para tokoh ulama.

Acara juga dihadiri oleh Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy, yang dalam sambutannya mengajak seluruh kader partai Islam berlambang Ka’bah itu untuk mengembalikan kejayaan PPP di Ibu Kota. Diantaranya dengan melakukan silaturahmi kepada para alim ulama serta tokoh masyarakat, dan orang-orang yang dituakan yang sejauh ini jarang dikunjungi para kader PPP.

“Beliau-beliau para alim ulama dan tokoh masyarakat dan orang tua kita itu adalah sumber kekuatan PPP di masa lalu. Mereka harus kembali dirangkul,” papar Romahurmuziy, pada acara  Mukerwil DPW PPP DKI di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (23/08/2018).

Romahurmuziy juga mengajak kader PPP untuk bisa meraih sekmen pemilih muda. Untuk sekmen pemilih muda ini, partai musti pintar dalam membangun citra sebagai partai yang menarik bagi kaum muda. “Bagaimana caranya agar partai ini dilihat berbeda dan menarik bagi para kaum muda, itu menjadi pekerjaan para kader semua,” tandasnya.

Pada acara tersebut, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy juga mempertanyakan tidak hadirnya tujuh anggota Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta dalam acara Mukerwil. Romahurmuziy menginstruksikan, agar Ketua DPW PPP DKI Abdul Azis, memberikan sanksi terhadap kader yang tidak aktif  dan taat pada aturan partai.

“Dari 10 anggota DPRD DKI yang kita miliki, yang hadir dalam Mukerwil baru tiga orang, sedangkan yang tujuh orang tidak hadir. Saya minta Ketua DPW segera menyurati mereka,” tegas Romahurmuziy, yang disambut riuh tepuk tangan ratusan peserta Mukerwil.

Abdul Azis menyampaikan, kehadiran anggota DPRD DKI Jakarta yaitu tiga orang dan ketidak hadiran tujuh orang lainnya, menunjukan siapakah kader yang mempunyai loyalitas terhadap partai dan mana kader yang tidak atau kurang mempunyai loyalitas pada partai. Maka dari itu, pihaknya akan menjalankan instruksi ketua umum demi kembali meraih kejayaan PPP di Ibu Kota. “Sekarang kita tahu mana kader yang benar-benar mencintai PPP dan yang tidak cinta PPP”. Ungkapnya.

Abdul Azis lebih jauh mengungkapkan, pihaknya saat ini juga sudah mulai membuka pendaftaran secara online, bagi para bakal calon legislatif, yang berkeinginan maju sebagai caleg dalam Pemilu 2019. Keseriusannya menjaring para calon legislatif secara online, agar mendapatkan caleg yang berkualitas untuk pemilu 2019. Terlebih, berdasarkan jadwal sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU), tahapan pemilu mulai dilaksanakan tahun 2017 ini. Diawali dengan verifikasi parpol September 2017, kemudian berlanjut dengan penyusunan caleg pada Maret 2018.

“Waktu yang kami miliki untuk menyusun caleg tinggal sembilan bulan lagi. Sehingga saat ini PPP sudah mulai melaksanakan penjaringan bakal caleg,” papar Abdul Azis.

Ketua DPW PPP Abdul Aziz dengan tegas mengatakan, partainya tidak menginginkan adanya caleg karbitan, yakni caleg yang muncul pada saat-saat terakhir. Karena caleg karbitan tidak akan bisa mengenali daerah pemilihan dengan baik. Caleg karbitan juga akan kesulitan berinteraksi dengan masyarakat di dapilnya, dan berpotensi tidak menyatu dengan program internal partai. “Berangkat dari kekhawatiran itu, PPP DKI melakukan penjaringan sejak dini, agar calegnya nanti merupakan caleg-caleg pilihan,” tandas Abdul Azis. (oky)