Pansus RUU Terorisme Masih Menggodok Definisi Soal Terorisme

57

PPP.OR.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-undang Terorisme (RUU Terorisme) Arsul Sani mengungkapkan, dalam hal ini pihaknya masih merumuskan definisi terorisme, yang nantinya akan dimasukkan kedalam RUU Nomor 15 Thun 2003 tentnag Terorisme.

Menurut Arsul Sani, yang juga Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), definisi terorisme yang ada mendapat kritik dari sejumlah pihak, ini terjadi karena selama ini terorisme kerap distigmakan dengan kelompok tertentu, dan salah satunya kelompok Islam.

“Kami mau membuat deskripsi yang memutus stigma negatif itu,” ujar Asrul Sani, Kamis (29/3/2018).

Diketahui, dalam UU tersebut, lanjut beliau, dinyatakan bahwa tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam UU ini.

Selain itu, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP tersebut, bahwa tindakan terorisme merupakan hal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Sehingga, pada definisi yang nanti disepakati harus keluar dari stigma golongan tertentu.

Untuk itu, imbuh beliau, Pansus akan meminta masukan dari TNI, Polri, masyarakat sipil, dan akademisi sedang dipertimbangkan di lembaga tersebut.

“Terorisme harus didefinisikan sebagai kejahatan tindakan pidana,” pungkas beliau. (Ch)