Paparkan Cara Mendobrak Suara, PPP : PPP Tidak Mau Menang Survei Tapi di Pemilu

272
PPP
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – Menanggapi Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA yang menyebut PPP masih belum aman jelang Pileg 2019 dan butuh pendobrak suara, PPP menyebutkan beberapa cara yang telah dilakukan dalam mendobrak suara.

Sekjen PPP, Arsul Sani menyebut pendobrak suara memang dibutuhkan guna meningkatkan elektabilitas partai. Namun, dia memandang pendobrak suara tak melulu soal sosok yang bisa mengangkat partai.

PPP
Foto : Istimewa

“Sosok individual sebagai pendobrak memang itu merupakan cara tradisional untuk mengangkat elektabilitas partai. Namun kami tidak melihat pendobrak dalam wujud keberadaan sosok individual tertentu sebagai satu-satunya pendobrak. Ada faktor lain yang kami yakini bisa juga mendobrak elektabilitas partai. Contohnya adalah banyaknya kader yang bukan hanya punya kemampuan intelektual yang memadai, tapi juga yang mampu melakukan kerja-kerja konkret di lapangan untuk membantu masyarakat,” papar Arsul, Rabu (9/1/2019).

Arsul lantas berbicara soal media. Menurutnya, para kader yang mampu tampil di media juga jadi cara mendobrak suara.

“Juga banyaknya personal partai yang mampu tampil secara rutin di media berbasis audio atau visual juga bisa jadi pendobrak elektabilitas partai,” sebutnya.

Sementara itu, Wasekjen PPP, Achmad Baidowi memandang hasil survei LSI soal PPP belum aman jelang Pileg 2019 merupakan hal biasa. Yang pasti, kata dia, hasil survei itu banyak yang tak sesuai kenyataan.

“Hasil survei kami anggap biasa saja sebagai bagian dari cara untuk menangkap persepsi publik. Bahkan setiap survei lima tahunan, PPP dipotret tak bisa lolos ke parlemen. Namun nyatanya sejak survei mulai dikenal di dunia politik, ternyata PPP selalu lolos ke parlemen,” katanya.

Meski demikian, Baidowi menghormati apa pun hasil survei. Dia mengatakan hasil survei akan jadi cambuk PPP untuk terus bekerja agar target 3 besar bisa terealisasi.

Untuk diketahui, LSI melakukan survei sebanyak 5 kali, mulai Agustus hingga Desember 2018. Survei dilakukan per bulan kepada 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen. PPP mendapat 3 persen dalam survei periode Desember 2018.

“Yang jelas PPP tidak mau menang di survei tapi di pemilu,” tegasnya.

Sama seperti Arsul, Baidowi membuka sebagian cara PPP mendobrak suara Pileg 2019. Apa saja?

“Ketum tidak nyaleg adalah bagian dari pendobrak suara serta turun gunungnya politisi senior untuk membesarkan PPP,” pungkas Baidowi. (Sk)