Peduli Petani, Gus Yasin Efektifkan Kartu Tani

    130

    PPP.OR.ID – Calon Wakil Gubenur Jawa Tengah Taj Yasin atau yang akrab disapa Gus Yasin silaturrahmi ke Pondok Pesantren Sunan Gringsing Purbalingga, Rabu (21/3/2018).

    Pada kesempatan silaturrahmi Gus Yasin tersebut, dimanfaatkan para petani untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi yang dialami. Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.

    Anggota kelompok tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini.

    “Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya di situ, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” kata Samian.

    Samian juga mengungkapkan keluh kesahnya, saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit.

    “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun, di wilayah gemuruh, baiknya bagaimana ? diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya ?” tanya Samian.

    Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari? Nanti kita periksa akar masalahnya,” terang Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Jepara tersebut.

    Gus Yasin mengatakan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani.

    “Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” paparnya.

    Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Gus Yasin menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian.

    “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” imbuh putra K.H. Maimoen Zubair itu.

    Cawagub nomor 1 tersebut juga menuturkan pada 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani.

    “Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya.

    Terakhir Gus Yasin mengatakan, pemerintah selalu memikirkan petani dan mencari solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi. (Ay)