Perkembangan Islam Menjadi Agama Mayoritas Kedua di Rusia

62

PPP.OR.ID – Islam di Rusia merupakan agama terbesar kedua di Rusia setelah Kristen Ortodok yang jumlahnya kurang lebih 23 juta Muslim dari 143 juta penduduk Rusia. Islam masuk ke Rusia pada pertengahan abad ke-7, setelah penaklukan tentara muslim dibawah pimpinan Abd Rahman bin Rabiah.

Menurut Alexei Malashenko, pada tahun 642 M pasukan Muslim telah masuk di kawasan Dagestan dan kemudian menyebarkan agama Islam di daerah Rusia lainnya. Bukti-bukti yang menguatkan masuknya Islam pertama kali di pegunungan ini yaitu dengan adanya makam para sahabat Rasullulah saw, seperti: Abdul Rahman bin Rabiah, Salman bin Rabiah, dan Surokah bin Amru.

Hal ini menjadikan Dagestan sebagai pintu masuk Islam di Moskow. Ada pula Kazan dengan suku Tartar, sebagian besar penduduknya beragama Islam. Terlihat dari adanya masjid-masjid yang sangat besar dan indah serta adanya aktivitas keagamaan yang sehari-hari dilakukan penduduknya. Hal ini menjadikan Kazan sebagai pusat Islam terbesar di Rusia, selain Suku Dagestan di Pegunungan Kaukasus.

Perkembangan Islam di Moskow dapat dibuktikan dengan adanya masjid yang berdiri dengan kokoh dan indah yang dibangun tahun 1904 (sebelum era komunis), kemudian dipugar tahun 2011. Masjid Sabornaya merupakan masjid terbesar di Moskow. Masjid hijau ini terletak di Olimpiysky Avenue, dibangun oleh arsitektur bernama Nikolai Zurkhov. Di bawah pimpinan Ilyas Tazhiyev, masjid ini dipugar guna memperbaiki arah kiblatnya.

Selain Sabornaya, terdapat juga beberapa masjid yang berada di sekitar Moskow, di antaranya Masjid Park Pobedy, Masjid Yardam, dan Historical Mosque of Moscow. Masjid Park Pobedy merupakan masjid yang dibangun masyakarat muslim setelah era Uni Soviet. Tujuan dibangunnya masjid ini adalah untuk memperingati gugurnya para prajurit pada Perang Dunia (PD) II tahun 1941-1945. Hal ini menggambarkan bahwa betapa berkembangnya Islam dan unggulnya ekonomi masyarakat muslim di era persekutuan Rusia.

Bidang pendidikan juga berkembang dengan sangat baik. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah sampai perguruan tinggi sudah ada di Rusia. Berdasarkan data dari AsiaNews, pada tahun 2011 terdapat 96 lembaga pendidikan Islam dan 7 universitas. Sebagai contohnya adalah Russian Islamic University di Kazan, Dagestan Islamic Univrsity, Islam Institute Moscow, dan Instite of Theologi and International Relations di Dagestan.

Walaupun muslim di Rusia merupakan populasi minoritas, namun komunitas muslim saat ini dinilai berkembang dengan sangat baik. Perkembangannya dapat dilihat dengan adanya sarana telekomunikasi meliputi portal, TV, dan radio yang berbasis Islam serta pasar halal. Hal ini bertolak belakang dengan era kesatuan soviet (Uni Soviet) karena kebebasan menganut agama Islam saat itu sangat dilarang.

Kehidupan muslim di Moskow sekarang tidak jauh berbeda dengan kehidupan muslim di Indonesia. Mereka leluasa melakukan shalat serta mengkaji Alquran dan hadis. Mereka mengisi waktu luang untuk belajar mengaji di beberapa masjid besar. Seusai shalat berjamaah, mereka membentuk beberapa kelompok yang dipimpin seorang ustaz. Kios-kios dan toko buku yang menjajakan buku Islam juga sudah banyak di Moskow. Selain belajar di beberapa masjid, mereka juga belajar dari berbagai sumber seperti buku agama Islam. (Dari berbagai sumber/ ZA)