Perspektif Islam Menegakkan HAM

    112

    PPP.OR.ID – Islam menempatkan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam posisi sangat penting. Jika ditilik dari sejarahnya kesadaran HAM Islam lebih dahulu, buktinya adalah Rasulullah SAW telah memberi contoh bagaimana menerapkankannya dalam Piagam Madianah. Piagam Madinah merupakan bentuk konstitusi yang dipakai untuk mengatur kehidupan masyarakat Madinah kala itu. Konstitusi tersebut secara tegas melarang penindasan dan diskriminasi terhadap manusia, kebebasan beragam juga diatur dengan tegas.

    Islam mendasarkan hak asasi manusia berdasarkan theosentris atau  mengembalikan segala sesuatunya pada Tuhan. Hal ini sekaligus membedakan dengan konsepsi dasar menurut barat yang mendasarkan anthroposentris, dimana melihat manusia sebagai pusat. Perbedaan mendasar ini selanjutnya menjadikan konsepsi HAM menurut Islam dan Barat memiliki jarak perbedaan yang jelas. HAM dalam Islam berdasar pada dua konsep, sebagaimana diutarakan Abu A’la Al-Maududi, yaitu huquq al-insan al-dharuriyyah (hak manusia) dan huquq Allah (hak Allah).

    Menurut peneliti dan pemikir Swiss Marcel Boisard, pandnagan HAM menurut Islam memiliki Keistimewaan. Buktinya dengan konsepsi itu, Nabi Muhammad SAW bisa mengahpusakan fanatisme etnis Arab dan Yahudi juga kamum Musrik di Mekah. Keberhasilan itu didasari oleh dua hal, pertama keimanan kepada Allah SWT. Kedua, pandangan kesetaraan semua manusia dan penolakan terhadap segaka bentuk mengistimewakan ras, etnis, suku dan bangsa.

    Perinsip HAM dalam Islam meliputi lima prindip dasar, sebagaimana dirumuskan oleh dirumuskan oleh Imam al-Ghazali dan Abu Ishaq as-Syatibi. Pertama penghormatan atas kebebasan beragama. Penghormatan terhadap kebebasan beragama ini juga sudah dicontiohkan Nabi Muhammad SAW ketika di Madinah yang tidak memaksa para pemeluk agama lain untuk masuk Islam. Mereka yang beragama lain diberi keleluasaan hidup berdampingan dan dijamin keamanannya.

    Kedua, penghormatan atas harta. Kepemilikan harta dalam Islam juga dijamin secara tegas melalui hukum yang mengharamkan pencurian. Nabi Muhammad SAW “Barangsiapa mengambil hak tanah orang lain secara tidak sah, maka dia dibenamkan ke dalam bumi lapis tujuh pada hari kiamat.” Demikianlah Islam menjamin hak milik, ancaman bagi  orang yang mengganggu atau merampas harta atau hak milik orang lain sangat keras.

    Ketiga, penghormatan terhadap hak hidup, jiwa dan individu. Islam menajamin hak hidup individu sebagaimana yang ada dalam ketentuan syariat, bahkan menghilangkan nyawa orang atau membunuh merupakan dosa besar. Islam juga melarang bunuh diri dan mengancam orang membunuh dengan hukum qishash serta balasan di neraka.

    Keempat, prinsip kehormatan dan kebebasan berfikir. Kebebasan berfikir merupakan hal yang elementer dalam Islam. Orang telah diberi petunjuk dengan ketentuan syariat dan diberi kebeasan untuk memilih jalan yang akan dilalu. Allah juga tidak langsung menghukum hambanya ketika berbuat salah tetapi diberi kesempatan untuk berfikir dan bertaubat ketika salah.

    Terakhir atau kelima, memelihara dan menjaga keturunan. Islam menjaga dan memelihara keturunan melalui pernikahan. Pernikahan merupakan jalan yang ditentukan Islam untuk memperoleh keturunan secara bermartabat dan terhormat. Melalu perinsip-perinsip ini Islam menjaga dan menghargai serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. (Dari berbagai sumber/ ZA)