Pertempuran Ain Jalut, Keperkasaan Muslim di Hadapan Mongol

    336

    PPP.OR.ID – Pertempuran Ain Jalut menurut para sejarawan merupakan salah satu pertempuran penting dalam sejarah penakhlukan bangsa Mongol yang sempat mengusai hampir seperempat dunia. Peretempuran ini seakan menjadi titik balik dari runtuhnya kejayaan Mongol, karena untuk pertama kalinya mengalami kekalahan telak yang membuat mereka tidak bisa membalasnya.

    Cucu Jenghis Khan lah yang menjadi pemimpin kekaisaran Mongol ketika terjadi pertempuran Ain Jalut. Mongke Khan bermaksud meneruskan impian kakeknya untuk menguasai dunia sehingga melakukan ekspansi ke Asia Tengah. Dia menugaskan saudaranya Hulaghu Khan untuk menyerang benteng pertahanan muslim terakhir yaitu kerajaan Mameluk.

    Penyerangan untuk menakhlukkan benteng terakhir muslim ini telah disiapkan oleh Hulaghu Khan selama 5 tahun. Sebelumnya ia telah menakhlukkan beberapa kerajaan dan dinasti. Dia juga membawa pasukan Armania sebagai sekutu Mongol dan juga pasukan Crusader yang tunduk dalam kekuasaan Mongol.

    Pasukan Mameluk di bawah komando Saifuddin Qutuz dan Baibars. Pasukan Mongol sendiri dipimpin oleh Kitbuqa Noyan, seorang Kristen yang diserahi mandat oleh  Hulaghu Khan. Mongkhe Khan yang meninggal secara otomatis membuat situasi politik kekaisaran Mongol berubah dan membuat Hulaghu Khan harus pulang ke Mongol.  

    Kedua belah pihak sempat berkemah di tanah suci Palestina pada bulan Juli 1260. Akhirnya pasukan tepat  pada tanggal 3 September 1260 pasukan Mameluk dan Mongol  bertemu. Pertempuran pun terjadi dengan jumlah kekuatan yang hampir berimbang yaitu ± 20.000.  Daratan luas Ain Jalut, Palestina yang dikelilingu perbukitan menjadi saksi kedahsayatan pertempuran tersebut.

    Pasukan Mameluk menggunakan taktik memancing keluar pasukan berkuda Mongol yang terkenal hebat dan kejam agar menuju kearah lembah sempit sehingga terjebak. Dalam kondidi demikian baru pasukan kuda Mameluk melakukan serangan balik dengan kekuatan penuh yang sebelumnya memang sudah bersembunyi di dekat lembah tersebut.

    Taktik ini menuai sukses besar dan membuat pasukan Mongol terdesak dan kalangkabut. Dalam keadaan terperangkap Kitbuqa tidak mau menyerah, hingga akhirnya satu persatu pasukan Mongol berjatuhan.  Kitbuqa berhasil ditawan dan kemudian dieksekusi. Demikianlah pasukan Islam mamperoleh kemenangan dan menghadang mimpi Mongol untuk menguasai dunia. (Dari berbagai sumber/ ZA)