Plt Ketum PPP Perkuat Basis dan Silaturahim dengan Pesantren

200
PPP
Foto: Istimewa

PPP.OR.ID, Pasuruan – Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, Suharso Monoarfa melakukan kunjungan keliling ke sejumlah tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, salah satunya Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis.

Suharso yang didampingi sejumlah pengurus PPP saat bertemu dengan pengasuh Ponpes Sidogiri, KH Nawawi Abdul Djalil, menyampaikan kondisi partai dan amanah yang diembannya sebagai pelaksana tugas ketua umum.

Menurut Suharso, PPP merupakan partai yang selalu dekat dengan ulama dan basisnya ada di pesantren-pesantren, sehingga ketika dirinya baru dikukuhkan sebagai Plt ketua umum ingin basis dan silaturahim dengan pesantren itu tetap kuat.

“Kami datang ke Sidogiri untuk memperkuat silaturahim PPP dengan pondok pesantren dan kyai. Kami juga mohon doa agar PPP bisa tetap besar. Sebelumnya pada Rabu (27/8) kami juga berkunjung ke kediaman KH Maimun Zubair,” kata Suharso.

Pada kesempatan itu, Suharso juga memuji Ponpes Sidogiri, karena tidak hanya mempunyai peran pendidikan dan agama, namun juga pemberdayaan ekonomi umat.

Pesantren yang berdiri sejak abad ke-18 itu memiliki lembaga keuangan mikro dan jaringan ritel modern yang diberi nama Basmalah.

“Peran Sidogiri terbukti sangat besar bagi umat. Pesantren ini memiliki belasan ribu santri dan jaringan alumni yang besar, serta berperan dalam meningkatkan perekonomian umat,” katanya.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Abdul Djalil menyambut baik kedatangan rombongan pengurus DPP PPP dan berharap partai berlambang Ka’bah itu, agar tetap bisa terus berjuang untuk umat.

“Semoga PPP selalu sukses dan mampu menghadapi semua permasalahan yang ada, serta bisa lolos ke DPR RI,” kata KH Nawawi.

Selama ini basis pendukung dan simpatisan PPP di kawasan tapal kuda dan Madura, Jawa Timur, cukup kuat.

KH Nawawi berharap hadirnya pengurus DPP PPP di sejumlah pondok pesantren di wilayah tapal kuda mampu untuk mempertahankan basis pemilih tradisonal di kalangan pesantren dan aktivis Islam. Terlebih, alumni ponpes-ponpes besar tersebut tersebar di sejumlah daerah. (*)