PPP Ajukan Hari Anti Hoaks Nasional

70

PPP.OR.ID – Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) mengusulkan tanggal 3  Oktober, saat Ratna Sarumpaet mengakui berbohong atas kabar penganiayaan yang menimpanya, sebagai Hari Anti Hoaks Nasional. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidhowi.

“Untuk mencegah peristiwa terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif maka pada tanggal 3 Oktober 2018 PPP mengusulkan untuk diperingati aray ditetapkan sebagai Hari Anti Hoaks Nasional,” kata  Achmad Baidowi di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menurut Achmad Baidowi kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet telah menggegerkan masyarakat Indonesia di tengah penanganan pascabencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Lebih jauh lagi, kebohongan Ratna Sarumpaet dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh elit politik tanpa ditelusuri kebenarannya.

Ironisnya, menurut Achmad Baidowi, pengakuan bohong Ratna Sarumpaet justru dijadikan akrobat politik untuk menghantam lawan.

“Sebuah pertunjukan politik yang barbar, tidak etis, dan jauh dari beradab, padahal kita sedang membangun iklim politik yang kondusif, beretika, dan beradab,” kata Anggota DPR RI Komisi II tersebut.

Achmad Baidowi berharap agar pengakuan Ratna Sarumpaet atas kebohongannya menyadarkan publik Indonesia bahwa hoaks telah menjadi pemicu perpecahan. (Oky)