PPP Apresiasi Pembebasan Siti Aisyah

137
PPP
Dok. PPP

PPP.ORID, Jakarta – Sekjen PPP sekaligus Anggota Komisi III DPR, Asrul Sani mengapresiasi pembebasan Siti Aisyah, WNI yang diancam hukuman mati dari dakwaan pembunuhan terhadap saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, di Bandara Kuala Lumpur pada 2017 lalu.

Pembebasan WNI asal Serang ini disebut berkat keaktifan pemerintah Indonesia dalam melobi Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas..

Arsul menyatakan, langkah pemerintah melakukan silent diplomacy pilihan yang tepat. Ini lantaran diplomasi berlangsung saat kasus Siti Aisyah sedang berjalan di pengadilan.

“Pemerintah sudah lama melakukan silent diplomacy kepada pemerintah Malaysia, tapi dengan tetap menghormati kedaulatan hukum dan sistem peradilan di Malaysia,” kata Arsul di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Arsul melanjutkan, pemerintah dan DPR selama ini peduli terhadap perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri, terutama yang sedang menjalani peradilan. Ke depannya, kata Sekjen PPP, prinsip perlindungan seperti ini akan diterapkan pada WNI lainnya yang bermasalah di luar negeri.

“Prinsip perlindungan wajib hukumnya diterapkan untuk semua, akan tetapi kasus per kasusnya harus dilihat dan dipahami terlebih dulu,” tambahnya.

Selain Arsul, langkah ini diapresiasi oleh berbagai kalangan. Sebab pembebasan Siti Aisyah juga dinilai bisa menjadi acuan dalam memberikan perlindungan hukum bagi WNI lain di luar negeri. (sk)