PPP Bela Kiai Ma’ruf Soal Penyataan yang Dianggap Menyerang

133
PPP
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Sekjen PPP, Arsul Sani membela pernyataan Kiai Ma’ruf yang dianggap menyerang oposisi oleh Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said. Sudirman Said mengingatkan perkataan cawapres Ma’ruf Amin seharusnya terukur karena pernah menjadi ‘pimpinan ulama tertinggi’. Dia menilai seharusnya, Ma’ruf Amin berhati-hati dalam berbicara.

“Lho justru pertanyaannya adakah pernyataan KMA (Kiai Ma’ruf Amin) yang oleh pihak netral dianggap tidak terukur? Rasanya kan tidak ada. Paling yang ada adalah masukan atau saran tentang tema-tema yang dianggap lebih tepat untuk disuarakan oleh KMA (Kiai Ma’ruf Amin). Jadi soal fokus, bukan soal terukur atau tidak berbasis sensitifitas,” kata Arsul Sani yang juga Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Selasa (1/1/2019).

Arsul mengatakan, pernyataan Ma’ruf Amin menunjukan sosok capres pertahana Jokowi sudah membangun kemaslahatan atau kemanfaatan bagi masyrakat. Kemudian Jokowi juga tidak pernah melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap orang lain.

“Sensitifitas SS (Sudirman Said) malah rugikan PS (Prabowo Subianto). Ucapan KMA (Kiai Ma’ruf Amin) bahwa Pak Jokowi sosok yang membangun kemaslahatan bagi banyak orang, dan tidak pernah menculik atau melakukan penganiayaan terhadap orang lain, semestinya tidak perlu ditanggapi secara sensitif oleh SS (Sudirman Said),” tutur Arsul.

Selain itu, Arsul mengatakan ucapan Ma’ruf Amin tersebut tidak menuduh dan menyebut siapa yang pernah melalukan perbuatan penculikan dan penganiayaan. Jika Sudirman Said merespon ucapan tersebut justru publik terbuka terhadap Prabowo.

“KMA (Kiai Ma’ruf Amin), kan tidak menuduh atau menyebut siapa-siapa yang pernah melakukan itu, yakni peculikan atau penganiayaan. Ketika SS (Sudirman Said) sebagai petinggi BPN PAS (Prabowo-Sandi) merespon, malah terbuka persepsi publik untuk mengasosiasikan soal penculikan dan penganiayaan dengan Pak Prabowo,” jelas Arsul.

Lebih lanjut, Arsul menyebut saat ini TKN Jokowi-Ma’ruf Amin selalu menganut asas praduga tak bersalah dan tidak pernah mengungkit kasus penculikan tahun 1998.

“Padahal sampai saat ini kami yang di Paslon #01 tetap menganut asas praduga tak bersalah dengan tidak mengungkit-ungkit soal kasus penculikan dan penganiayaan tahun 1998 dimana Pak Prabowo disebut-sebut,” tandasnya. (Sk)