PPP Dorong Ulama di Garda Terdepan Luruskan Hoaks

65
PPP
Dok. PPP

PPP.OR.ID, Pandeglang – Kiai sejatinya sebagai ujung tombak dalam meluruskan segala permasalahan di muka bumi. Terlebih jika sudah berbicara kabar bohong (hoaks) dan fitnah. Begitu pula dengan kiai di Pandeglang, Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy mengharapkan agar kiayi Pandeglang menjadi garda terdepan untuk meluruskan hoaks kepada masyarakat.

Soal pelurusan hoaks dan fitnah selaras dengan misi PPP sebagai partai berbasis muslim ini.

Melalui Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), dalam acara Halaqoh Alim Ulama yang dihadiri oleh alim ulama se-Kabupaten Pandeglang ini, Ketum PPP tersebut menyampaikan pemahaman masyarakat dalam melawan hoaks dan fitnah. Halaqoh sendiri merupakan forum untuk mendapatkan kebenaran, sehingga dirasa tepat bagi Sang Ketum untuk menyampaikan hal tersebut.

Halaqoh bersifat menggali kebenaran, apakah berkonsekuensi kepada 01, menurut cicit dari pendiri NU ini, para ulama-lah yang lebih pantas mengambil kesimpulan. Terlebih, sudah menjadi rahasia umum, bahwa ilmu yang dimiliki para ulama jelas di atas Ketum PPP sendiri. Hal ini diakui langsung oleh sosok milenial yang berkarisma ini.

Selama menyampaikan penjelasan pun, Gus Rommy—sapaan akrabnya—hanya menjelaskan apa yang menjadi fakta. Dengan demikian, Gus Rommy mengimbau agar ulama meneruskan fakta tersebut kepada masyarakat, tentang apa yang menjadi fitnah dan hoaks belaka.

Dijadikannya kiayi sebagai pelurus hoaks, lanjut Rommy, sehingga masyarakat yang akan menentukan pilihnya pada 17 April mendatang informasi yang utuh terhadap calon yang bakal dipilih dan tidak mendapatkan informasi yang sepotong-sepotong.

Soal hoaks di Pilpres, Gus Rommy mengambil contoh salah satu kasus kampanye hitam yang menyebut, jika Joko Widodo terpilih lagi menjadi presiden, akan melegalkan pernikahan sejenis dan melarang azan. Kampanye yang dilakukan dua orang perempuan ini telah viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Namun itu semua merupakan fitnah, karena tidak pernah ada sama sekali, bahkan Gus Rommy menuturkan bahwa niat untuk demikian saja tidak ada. Hal ini salah satu bagian dari pembusukan terhadap pemerintah yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya Gus Rommy, Ketua MUI Pandeglang, KH Hamdi Ma’ani pun setuju dengan reaksi terkait hoaks dan fitnah tersebut. KH Hamdi berpesan agar masyarakat melakukan konfirmasi terlebih dahulu, jika mendapati berita yang masih belum jelas. (sk)