PPP : Hasil Survei sebagai Bagian dari Cara Menangkap Persepsi Publik

448
PPP
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – PPP yakin bisa lolos ke DPR dan memenuhi parliamentary threshold meski hanya mendapat 2,8 persen di survei Alvara Research Center. PPP menyatakan selalu lolos ke parlemen tiap Pemilu.

“Hasil survei kami anggap biasa saja sebagai bagian dari cara untuk menangkap persepsi publik. Bahkan setiap survei lima tahunan, bahkan PPP dipotret tak bisa lolos ke parlemen. Namun, nyatanya sejak survei mulai dikenal di dunia politik ternyata PPP selalu lolos ke parlemen,” kata Wasekjen PPP, Achmad Baidowi, Jumat (11/1/2019).

Lebih lanjut Baidowi mengatakan, partainya menghormati apapun hasil survei sebagai pelecut semangat kader. Dia menyatakan, PPP menargetkan menang di Pemilu bukan di survei.

“Kami dalam posisi menghormati apapun hasil survei dan itu menjadi cambuk bagi kami untuk terus bekerja agar target tiga besar bisa terealisasi. Yang jelas PPP tidak mau menang di survei tapi di Pemilu,” ucapnya.

Dia juga bicara soal hasil survei internal partainya. Menurutnya, PPP sudah melewati angka ambang batas parlemen 4 persen berdasarkan survei internal.

“Survei dari Litbang PPP posisi kami di atas 4% tapi sebenarnya bukan untuk dipublikasikan. Maka, kita tak sebut angkanya. Pemilih PPP itu banyak di pedesaan dan pedalaman yang tak terjangkau lembaga survei,” tutur Anggota DPRRI ini.

Selain Baidowi, Waketum PPP, Arwani Thomafi juga optimis partainya bisa lolos. Alasannya, PPP belum pernah tak lolos ke parlemen.

“Sejak adanya survei dalam pemilu, PPP selalu diprediksi tidak lolos dan faktanya selalu lolos. Konsolidasi kita saat ini tambah kencang,” ucap Arwani.

Alvara sebelumnya merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019. Survei itu dilakukan pada periode 11-24 Desember 2018 dengan metode multistage random sampling. (Sk)