PPP Ingatkan UAS Bertabayun Soal RUU Anti Miras

501

PPP.OR.ID, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muzakir Ridha meminta Ustaz Abdul Somad bertabayun soal Rancangan Undang-undang (RUU) Antimiras yang bergulir di DPR.  Sebab, dai yang kondang dengan inisial UAS itu menyebut pembela RUU Antimiras hanya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja.

Muzakir mengatakan hal itu menyusul viral video tentang pendapat UAS soal partai politik yang harus dipilih umat Islam. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ikut mengunggah video UAS yang menyebut selain PAN dan PKS telah disumbat pakai duit untuk mengadang RUU Antimiras.

Dalam keterangnya, Muzakir menyatakan jejak soal RUU Antimiras di DPR bisa dengan mudah ditelusuri. Menurutnya, Fraksi PPP di DPR lah yang sangat getol menginisiasi dan memperjuangkan RUU tersebut.

“Tidak sulit bagi kita semua yang mau membaca untuk menemukan sejarah penggodokan RUU tersebut di DPR. Saat muncul pertama kali pada 2012 sampai akhirnya masuk prolegnas 2013, di situ disebutkan bahwa yang pertama kali menginisiasi adalah PPP. Sekali lagi inisiator Prolegnas (Program Legislasi Nasional, red) RUU Antimiras adalah PPP yang berlambang Kakbah,” ujar Muzakir

Muzakir menjelaskan, RUU itu memang sempat kandas pada DPR periode 2009-2014. Namun, Fraksi PPP bersama Fraksi PKS kembali mengusung RUU itu pada DPR periode 2014-2019.

“Ketua Pansus RUU Miras adalah Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi. Itu sampai saat ini,” tegasnya.

Menurut Muzakir, Fraksi PAN justru masuk belakangan ke barisan pendukung RUU Antimiras. Karena itu dia menepis anggapan UAS yang menyebut hanya PAN dan PKS yang menegakkan amar makruf nahi mungkar di DPR.

“Di sini jelas bahwa ada tiga partai yang terlibat dengan pengusulan RUU ini di DPR dengan PPP sebagai motor penggeraknya. PPP sampai saat ini konsisten untuk mengegolkan RUU tersebut di DPR,” tambahnya

Karena itu Muzakir menilai UAS telah mengeluarkan tendensius dengan beropini seolah-olah hanya PAN dan PKS yang menegakkan amar makruf nahi mungkar. Menurutnya, ustadz asal Riau itu seharusnya juga mengapresiasi kegigihan PPP memperjuangkan RUU Antimiras.

“UAS sedang menggiring opini agar publik meninggalkan peran PPP. UAS sepantasnya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PPP,” ujarnya.

Ridha yang juga mantan sekjen Himpunan Mahasiswa Islam mengingatkan UAS bertabayun sebelum memberikan penilaian. “Saya hanya menyarankan agar UAS tidak menjadi ustaz pembuat hoaks dan memfitnah partai lain,” pungkasnya. (*)