PPP Klarifikasi Tahiyat Akhir “Satu Jari”

264
Awiek
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID  , Jakarta – PKS meminta tahiyat akhir yang diungkit cawapres Ma’ruf Amin saat menanggapi isu pelaporan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan terkait pose 1 jari di pertemuan tahunan IMF-World Bank dibedakan. PPP menjelaskan pesan di balik pernyataan Ma’ruf soal tahiyat akhir.

“Kiai Ma’ruf hanya ingin menyampaikan bahwa telunjuk itu tidak harus dimaknai sebagai politik kampanye pilpres,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi atau Awiek, Minggu (21/10/2018).

Awiek melanjutkan penjelasan mengenai pose 1 jari yang membuat Luhut beserta Menteri Keuangan, Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu. Intinya, menurut Awiek, Ma’ruf hanya ingin meminta semua pihak memaknai bahwa jari telunjuk membentuk angka satu bukan berarti kampanye.

“Kalau pun politik seperti saya telunjuk 1 juga bermakna caleg nomor urut 1. Sedangkan yang bahkan politik telunjuk 1 juga dimaknai menunjukkan suatu tempat atau pun juara satu,” jelas Awiek.

“Itulah sebenarnya spirit yang ingin disampaikan Kiai Ma’ruf,” tutur anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu. (Sk)