PPP Konsisten Dalam Menjaga Khitthah NU

    109

    PPP.OR.ID – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Norman Fauzi mengatakan, bahwa hari ini ada bandul balik dari kesadaran kolektif warga NU yang mulai tumbuh. Ditandai dengan lahirnya PPKN (Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyah) adalah bukti titik jenuh nahdliyin menyaksikan penggerogotan khitthah nahdliyah.

    Menurut Norman, kesadaran kolektif nahdliyin ini bisa dirasakan di hampir seluruh daerah, terutama Jawa Timur.

    “Setelah Cak Anam memberikan dukungan kepada PPP karena dinilai sebagai partai yang mengerti fatsoen politik, memegang teguh 9 pedoman politik NU, ikut menjaga khitthah nahdliyah, kini dukungan para kiai terus mengalir. Ini momentum kembangkitan kembali PPP,” tegas beliau, Senin (5/3/2018).

    Selain itu, lanjut Norman, keteguhan K.H. Maimoen Zubair menjaga PPP, juga memiliki bobot yang besar. Dengan konsistensi Mbah Moen, nahdliyin semakin paham, bahwa sekarang ini masih ada partai yang dijaga ulama kharismatik dan kyai sepuh.

    “PPP menjadi pilihan pertama dan utama. Karena di parpol lain, posisi kyai hanya menjadi aksesoris belaka. Selain itu, ada juga alasan bahwa pucuk pimpinan PPP sekarang adalah politisi santri yang ikut menjaga khitthah nahdliyah,” ujar Norman putra mantan politisi ulung PPP almarhum K.H. Sulaiman Fadeli ini.

    Sosok Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy diyakini sebagai figur yang pas untuk membawa PPP take off, tinggal landas.

    “Target PPP Jawa Timur 10 kursi di DPRD Jatim, adalah logis,” tambah beliau.

    Norman melanjutkan, bahwa Ketum Rommy memiliki banyak keunggulan, beliau termasuk pemimpin zaman now. Lelaki yang bercita-cita jadi kyai, ini malah jadi politikus. Beliau, Ketum Rommy, memulai sebagai orang kepercayaan pimpinan PPP sebelum berlanjut menjadi Sekjen hingga Ketum.

    “Hebatnya, meski beliau menjadi bagian dari keluarga pendiri NU (Mbah Wahab), tetapi, Gus Rommy tidak pernah memanfaatkan trah keluarga, apalagi menggerogoti khitthah NU. Inilah yang menjadi perhatian nahdliyin sehingga mereka mantap kembali ke rumah lama, PPP,” pungkas Norman. (Ch)