PPP Menilai Kebijakan Impor Beras Rugikan Petani

131

PPP.OR.ID – Kebijakan pemerintah menegenai impor beras dipertanyakan banyak pihak. Setelah sebelumnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, M. Romahurmuziy untuk mengevaluasi kebeijakan tersebut. Senada dengan Ketua Umum, anggota DPR dari Fraksi-PPP Drs H Zaenut Tauid Saadi MSi mengritisi pemerintah terkait dengan impor beras yang akan dilakukan.

Hal itu disampaikan usai menghadiri Harlah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-45 di Dukuh Karangasem, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Beliau melihat bahwa sebenarnya ada surplus beras ditingkatan petani. Hal itu terjadi akibat perbedaan data antara Kementerian Pertanian dengan Kementrian Perdagangan.

“Ini terjadi karena data di Kementerian Perdagangan dan Pertanian berbeda.” Ungkap beliau, Minggu (28/1/2018).

Beliau menilai semestinya satu sama lain harus mendukung dan duduk bersama. Kalau menteri pertanian bilang beras cukup, seharusnya menteri perdagangan tidak melakukan import beras. Impor beras yang dilakukan berbarengan dengan panen raya justru akan menjatuhkan harga gabah di tingkat petani.

“Ini kebijakan yang saya rasa keliru dan tidak berpihak kepada petani. Petani tidak menikmati keuntungan apa-apa.” Imbuh beliau.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah tersebut menambahkan, menuturkan harga beras yang tiba-tiba melonjak perlu di curigai, pasalnya Kenaikan harga beras akhir-akhir ini tidak berpengaruh bagi petani. Jangan sampai ada pemain-pemain yang mengendalikan harga.

“Satgas pangan harus bertindak cepat, bertindak menelisik apaka ada pemain-pemain beras yang mengakitbatkan beras dipasaran tidak ada.” tegas beliau .

Pemerintah tidak dilarang mengimport beras, asal beras di pasaran sudah tidak ada lagi sehingga harga tetap stabil. Jika impor dilakukan menjelang masa panen yang menikmati keuntungan justru para tengkulak. (ZA)