PPP Nilai Ada Faktor Lain Pengaruhi Gizi Buruk

121

PPP.OR.ID – Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Ermelana mengatakan, kasus gizi buruk bukan hanya karena faktor kesehatan, namun persoalan ekonomi dan pendidikan.

Menurut Ermelana, untuk mengatasi kasus gizi buruk di Indonesia dibutuhkan program terpadu dan harus melalui perencanaan jangka panjang, jadi bukan menyelesaikan kasus per kasus.

“Bukan hanya masalah kesehatan, masalah ekonomi dan pendidikan juga termasuk, misalnya pemahaman tentang memilih dan memberikan makanan pada anak dan khususnya pada balita,” papar Ermalena yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR di Jakarta, Kamis, (25/1/2018).

Program terpadu dan perencanaan jangka panjang harus menjadi solusi tepat, karena dengan begitu dapat meminimalisir terjadinya gizi buruk.

Selain program terpadu, menurut Ermalena negara juga harus hadir secara paripurna bagi seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya di Papua yang saat ini sedang terjadi kasus tersebut.

Ermalena menilai, hari gizi buruk yang diperingati setiap tanggal 25 Januari masih menjadi ironi. Sebab masalah tersebut belum juga teratasi sampai hari ini.

“Bila hanya rehabilitasi medik, itu hanya salah satu hal yang memang harus dilakukan saat ada kejadian. Namun juga perlunya penanganan khusus, bukan hanya di wilayah Papua, namun juga kepulauan dan wilayah lain di perbatasan,” pungkas Ermelana. (Ch)