PPP Persoalkan Penghayat Kepercayaan Masuk Kolom Agama KTP

23

PPP.OR.ID – Sudah lima berlalu sejak Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan status penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bisa dicantumkan pada kolom agama di KTP. Namun, sampai sekarang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih kesal dengan putusan MK tersebut.

“Sebenarnya terlepas bahwa itu menjadi keputusan yang harus kita hormati, karena itu keputusan MK, ya saya menyayangkan putusan MK itu,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi ,di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Achmad Baidowi mengungkapkan, PPP masih meragukan komitmen MK terhadap sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

“Negara kita kan negara yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa, implemantasinya adalah pengakuan terhadap agama-agama, makanya ada agama yang diakui oleh negara. Jadi kalau ada aliran kepercayaan itu bagaimana?” tutur Anggota Komisi II DPR RI itu.

Menurut Achmad Baidowi, bagaimanapun MK sebagai wakil Tuhan’di dunia wajib berhati-hati dalam membuat keputusannya.

“MK itu harus hati-hati dalam memutuskan suatu aturan atau sebuah norma, harus hati-hati, tidak bisa seperti itu,” tandasnya.

Diketahui, Pemerintah dalam hal ini Kemendagri menargetkan warga penghayat kepercayaan akan mendapatkan KTP elektronik setelah pelaksanaan Pilkada 2018.

KTP baru akan diberikan untuk mengakomodasi putusan MK yang menyebut bahwa kepercayaan para penghayat kepercayaan bisa dimuat di kolom KTP. (Af)