PPP Sebut RUU Pesantren Bagian Dari Revolusi Mental Yang Harus Diperjuangkan

171

PPP.OR.ID – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengungkapkan, pihaknya konsisten dalam memperjuangkan Rancangan Undang-undang Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (RUU Pesantren). Hal ini dinilai penting, karena selama ini negara belum secara keseluruhan hadir didalamnya.

Selain itu, beliau juga menjelaskan, RUU Pesantren sangatlah urgen dalam meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, ini semua sudah tertera sebagaimana yang sudah diamanahkan oleh UUD 1945.

“Kita tidak bisa menafikan bahwa hakekatnya pendidikan pesantren merupakan pondasi pendidikan yang ada di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka,” ungkap beliau, Rabu (28/3/2018).

Senada dengan hal itu, Reni Marlinawati yang juga Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP melanjutkan, RUU Pesantren tersebut harus segera dirampungkan agar dapat menjadi UU nantinya. Pasalnya, beliau menilai, UU tersebut merupakan upaya untuk memperkokoh kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, terutama yang terdapat pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Disadari atau tidak, dinamika saat ini terjadi penggerusan nilai-nilai Pancasila. Sehingga, keberadaan pendidikan pesantren menjadi mutlak harus diperhatikan oleh negara untuk mewujudkan cita-cita nasional,” jelas beliau.

Lebih lanjut, ungkap beliau, sepanjang negara ini merdeka, negara sesungguhnya belum sepenuhnya hadir untuk membuat regulasi mengenai pendidikan yang dijalankan oleh pesantren melalui regulasi legal formal berupa UU.

“Kami sangat miris betapa banyak guru, ustadz di pesantren yang siang malam mengabdikan diri tanpa balasan yang setimpal,” tegas beliau.

Reni Marlinawati juga menambahkan, bahwa keberadaan RUU Pesantren dinilai menjadi instrumen penting untuk mewujudkan revolusi mental yang di wacanakan oleh Presiden Jokowi. Oleh sebab itu, pihaknya menekankan akan tetap konsisten berjuang mewujudkan pendidikan Indonesia yang berdasarkan atas keimanan dan ketaqwaan.

Sebagai parpol pengusul RUU Pesantren, pihaknya akan terus mendorong good will pemerintah untuk hadir secara kongkrit terhadap peningkatan pendidikan keagamaan dan pesantren di Indonesia.

“Untuk diketahui saja bahwa jumlah pesantren di Indonesia saat ini sudah mencapai 28. 961 dengan jumlah santri 4.028.660, dan kami tidak ingin ada perlakuan yang tidak adil terhadap pendidikan keagamaan dan pesantren di Indonesia,” pungkas beliau. (Ch)