PPP Terbuka untuk Koalisi dengan Partai Lain di Pilkada Jateng

    9

    PPP.OR.ID- Menjelang Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018, berbagai partai politik di Jawa Tengah mulai menjalin komunikasi terkait Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan diusung. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai lain. Prinsipnya dalam Pilgub Jateng PPP memegang prinsip untuk membangun koalisi nasionalis dan religius.

    Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi mengungkapkan Kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol, kami juga tidak terburu-buru untuk memastikan kepada siapa nanti kami akan berkoalisi. Kami masih terbuka dengan semua parpol, (3/9/2017)

    Keterbukaan PPP dalam menjalin koalisi mempertimbangkan kondisi realistis. Arwani Arwani Thomafi menambahkan pihaknya beberapa waktu lalu telah menjalin komunikasi dengan PDIP dan Gerindra. Jika dalam waktu dekat ada yang ingin menjalin komunikasi pihaknya sangat siap, termasuk juga dengan PKB.

    Senada dengan itu, menurut Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Syamsurie dari internal sudah ada kader yang cocok dan menunjukkan minat untuk ikut kontestasi Pemilihan Gubernur 2018. Nama-nama itu antara lain Arwani Thomafi Waketum PPP Pusat, Ahmad Muqowam anggota DPD RI, dan Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani. Ada juga yang dari daerah yaitu Ahmad Marzuki (Bupati Jepara) dan Abu Nafi mantan Wakil Bupati Blora.

    Koalisi menjadi jalan sangat relevan dan tepat mengingat fakta lapangan yang belum bisa mengusung sendiri di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Masrukhan Syamsurie mempersilahkan jika ada kader daerah yang ikut mengambil formulir di PDIP.

    Kami persilakan dua dari daerah ini untuk mengambil formulir di PDIP. Karena kami sadar belum bisa mengusung sendiri, karena itu ada kemungkinan keduanya itu bisa berkompetisi di internal PDIP. Kalau terjadi, itu jelas kita bisa berkoalisi dengan PDIP, ungkap Ketua DPW PPP Jawa Tengah .

    Kondisi politik di Jawa Tengah yang samapi sekarang masih belum muncul nama jelas berbeda dengan di Jawa Timur. Padahal jika merunut waktu PemilihanGubernur yang semakin dekat, seharusnya September koalisi terbentuk

    Kami masih membuka dengan parpol manapun, karena selama ini yang terjadi masih alot, baru sebatas komunikasi saja belum ada kepastian. tandasnya. (ZA)