PPP Yakin Dulang Banyak Suara di Jawa Barat

129
PPP
Sekretaris DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful. Foto: Istimewa

PPP.OR.ID, Jawa Barat – Sekretaris DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat mengatakan, pihaknya saat ini lebih optimis menyambut Pemilu 2019. Sebab menurutnya, PPP memiliki kemenangan di Pilkada yang digelar di Jawa Barat. Selain itu antusiasme kader juga semakin meningkat.

Dia menjelaskan, pada Pilkada 2018 lalu, PPP menang di Bogor dengan menjadikan Ade Munawaroh Yasin sebagai bupati. Begitu juga di Pilkada Subang di mana kader PPP, Dony Ahmad Munir kini menjabat sebagai bupati daerah tersebut. PPP juga memiliki kader yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar yaitu Uu Ruzhanul Ulum.

“Kami yakin kesuksesan yang diraih di Bogor dan Sumedang akan tertular ke daerah lainnya di Jawa Barat. Kita yakin bisa mendapatkan tambahan banyak kursi di DPRD dan DPR RI dari Jabar,” kata Pepep saat hadir di acara Harlah PPP ke-46 dan temu kader PPP di Sumedang, yang dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (3/3/2019).

Pepep menambahkan, kader PPP yang menjabat sebagai kepala daerah di Jabar saat ini banyak memperjuangkan aspirasi umat Islam. Seperti di antaranya kebijakan insentif untuk guru ngaji dan madrasah diniyah, program pengentasan kemiskinan, dan lainnya.

Sementara itu Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyebutkan saat ini ia telah memiliki program Sumedang Simpati. Ini merupakan program yang dijanjikannya saat kampanye tahun lalu. Di bidang pengentasan kemiskinan, ada program kerja sama antara pemkab dengan Perhutani. Dony menargetkan setiap tahunnya ada 12 orang yang bisa keluar dari garis kemiskinan.

“Para buruh tani yang tidak mempunyai lahan bisa meminjam lahan Perhutani. Sehingga mereka bisa bercocok tanam dan bisa mendapatkan hasil pertanian yang lebih baik,” kata Dony.

Sementara itu untuk pendidikan agama, Sumedang memiliki menyediakan dana miliaran rupiah untuk insentif para guru ngaji. Daerah yang dikenal dengan makanan tahu ini juga memiliki kebijakan untuk mewajibkan anak muslim menamatkan pendidikan madrasah awwaliyah sebelum masuk SMP. (*)