Romahurmuziy: PPP Ikuti Garis Politik Kebangsaan NU dan Muhammadiyah

183
PPP
Dok. PPP

PPP.OR.ID , Jakarta – Dalam tasyakuran peringatan hari lahir PPP ke-46 kemarin, (6/1/2019) malam, Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy menceritakan sejarah partai yang diantaranya dibentuk hasil fusi empat partai politik yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).  

Permusi, menurut Rommy dilahirkan oleh sejumlah ormas Islam, salah satunya adalah Muhammadiyah. Sehingga dapat dikatakan bahwa PPP lahir dari banyak ormas Islam diantara yang terbesar adalah NU dan Muhammadiyah.

“Sebagai partai yang lahir dari berbagai ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, maka PPP mengikuti garis politik kebangsaan yang ditetapkan NU dan Muhammadiyah,” kata Gus Rommy dalam sambutannya.

Menurut Gus Rommy, garis kebangsaan NU dan Muhammadiyah ini ditunjukkan dengan setuju menjadikan Pancasila landasan negara. Pada Muktamar tahun 1936, NU telah menyebut bahwa Indonesia merupakan Daarul Islam atau negara Islam. Dan pada perkembangannya, para tokoh NU menjelang kemerdekaan 1945 menjadi pendiri bangsa yang menyetujui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berlandaskan Pancasila. Inilah tafsiran Darul Islam untuk kontek Indonesia.

Sementara itu Muktamar Muhammadiyah ke-47 pada 2015 menyebut Indonesia yang berlandaskan Pancasila ini merupakan Darul Ahdi Wa Syahadah (negara kesepatan dan persaksian). Pancasila merupakan kesepatan para pendiri bangsa.

“Pancasila adalah rumusan para ulama,”tandasnya. (Sk)