Rupiah Melemah, PPP Minta Kalangan Oposisi Tak Takut-Takuti Rakyat

21
Romahurmuziy
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID – Ketua Umum PPP meminta masyarakat proporsional melihat pelemahan rupiah beberapa hari ini yang tembus lebih dari Rp15.000 per dolar AS. Khusus kepada kalangan oposisi, Gus Rommy meminta untuk tidak menakuti-nakuti masyarakat dengan nilai tukar ini. Karena faktanya, kondisi perekomian Indonesia saat ini baik meski berada di tengah guncangan ekonomi global.

“Rekan-rekan oposisi selalu menanggapi berlebihan. Padahal pelemahan ini lebih dipengaruhi tekanan global seperti kenaikan suku bunga acuan AS, perang dagang AS-China, harga minyak yang naik, hingga gejolak politik di Eropa dan Timur Tengah,” kata Gus Rommy, Senin (8/10/2018).

Menurutnya, pelemahan rupiah ini terbukti tidak memberikan pengaruh signikan bagi perekonomian Indonesia karena fundamental ekonomi masih cukup baik. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di 5% dan inflasi yang terjaga rendah meskipun diakui ada defisit transaksi berjalan.

Ia juga mengatakan rupiah memang melemah sekitar 11% sejak awal 2018. Namun dibandingkan negara lain seperti Brazil, Argentina, dan Turki, pelemahan rupiah masih dikategorikan kecil. Turki, misalnya, sempat melemah lebih dari 70% dan mengalami krisis mata uang.

“Jangan membawa persoalan pelemahan rupiah yang merupakan kondisi ekonomi dengan bumbu-bumbu politik yang justru terkesan menakut-nakuti masyarakat,” tegas Gus Rommy.

Pelemahan rupiah ini, menurutnya, juga terbukti tidak menimbulkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Jutsru bahan makanan, misalnya, mengalami penurunan atau deflasi.

“Ini disebabkan pemerintah tetap menjaga pasokan pangan, memangkas rantai pasokan, dan menjaga ulah spekulan melalui satgas pangan,” pungkas Gus Rommy. (Sk)