Sekjen PPP Ingin Dengar Strategi Ketimbang Soal Korupsi yang Sudah Jelas

39
Asrul Sani
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID, Jakarta – Sekjen PPP sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Arsul Sani angkat bicara mengenai pernyataan Calon Presiden (Capres) Nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia masuk stadium 4. Menurutnya, semua orang tahu jika korupsi di Indonesia masih menggurita.

“Yang ingin kita dengar dari Pak Prabowo adalah strategi baru yang akan dilaksanakan. Kalau strategi barunya hanya ingin mengatakan, bahwa nanti yang akan saya pilih adalah pejabat-pejabat bersih yang enggak ada (strateginya) ini,” ujar Arsul di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Arsul menganggap, problem korupsi di Indonesia ada pada aparatur pemerintah dan pejabat yang berasal dari partai politik. Sementara Prabowo tidak menyampaikan strategi apa yang akan dilakukannya sebagai pimpinan parpol.

“Saya kira, Pak Jokowi pun akan mengatakan nanti akan seperti itu. Tapi tidak bisa berhenti sampai di situ,” katanya.

Menurut Sekjen DPP PPP itu, jika ‘di-breakdown’ secara jernih bahwa akar korupsi itu dari biaya politik yang mahal. Sementara, sumbangan dana parpol dari pemerintah dianggap cukup kecil, meski telah dinaikkan dari Rp108 menjadi Rp1.000.

Arsul mengaku ingin mendengar program dan strategi apa yang akan dikeluarkan oleh Prabowo untuk mengurangi korupsi. Menurut dia, soal dana bantuan parpol bahkan KPK mengusulkan lebih tinggi yakni mencapai Rp10.000 per suara.

“Kritik Pak Prabowo itu gampang, di Gerindra itu masih ada enggak caleg eks napi koruptor itu saja, itu yang paling gampang. Saya enggak koar-koar di PPP. Saya kemudian mendukung putusan Bawaslu yang sebetulnya putusan Bawaslu kan masih mengizinkan eks koruptor,” tandasnya. (Sk)