Sekjen PPP: Kebocoran Anggaran Isu Lama

261
Asrul Sani
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengatakan bahwa kebocoran anggaran yang disebutkan Prabowo Subianto, sudah ada sejak era Presiden Soeharto. Bahkan menurut Arsul, kebocoran anggaran saat itu nilainya jauh lebih besar.

“Kalau soal kebocoran APBN, bahkan itu isu yang dari jaman mertuanya pak Prabowo jadi presiden itu kan sudah ada bahkan dalam persentase dan jumlah yang jauh lebih besar saya kira,” ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (8/2/2019).

Kebocoran anggaran itu menurut Arsul merupakan isu lama. Isu tersebut tidak akan mempengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihan di Pemilu Presiden 2019.

“Undicided voter itu yakin tidak akan terpengaruh dengan model-model, jargon atau pendekatan-pendekatan dengan istilah-isitilah yang bombastis, itu engga ada, engga kemudian akan kemudian tertarik,” katanya.

Sekjen PPP ini menganggap wajar mengenai tudingan adanya kebocoran anggaran tersebut. Prabowo, menurutnya sedang berkontestasi di Pilpres dan berusaha untuk meningkatkan elektabilitasnya.

“Ya itu namanya calon presiden yang berusaha untuk meningkatkan elektabilitas kan, ya harus seperti itu kalau enggak boombastin kan gak menarik,” pungkasnya

Sebelumnya, Presiden Jokowi dengan tegas menantang calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto untuk melaporkan klaim kebocoran anggaran yang mencapai Rp500 triliun kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nantinya jika benar bakal dilaporkan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta laporan tersebut harus pula disertai dengan data dan fakta. (sk)