Sekjen PPP: TKN Tidak Ikut Campur Soal Pembatalan Jokowi Hadiri Peringatan HAM

57
ppp
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menyatakan tak ikut campur dalam menyusun agenda Jokowi selaku presiden. Pernyataan itu merespons pembatalan Jokowi menghadiri peringatan Hari Hak Asasi Manusia internasional di Komnas HAM, Jakarta, Selasa (11/12).

Wakil Ketua TKN, Arsul Sani mengatakan agenda Jokowi selaku presiden merupakan wewenang protokol Istana.

“Soal hadir tidaknya beliau itu yang mengatur protokol Istana. TKN tidak ikut memberikan pandangan soal hal-hal yang terkait dengan agenda Pak Jokowi sebagai presiden,” ujar Arsul.

Arsul juga membantah pembatalan itu lantaran ada tekanan publik terhadap penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu. Ia menilai persoalan kasus HAM berat masa lalu bukan semata tanggung jawab presiden.

Menurut Sekjen PPP ini, persoalan kasus HAM juga merupakan tanggung jawab Dewan Perwakilan Rakyat.

Lebih lanjut dia menambahkan, penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu harus disepakati oleh semua pihak, terutama berkaitan jalur penyelesaian. Ia menilai masih ada jalur penyelesaian selain lewat peradilan pidana.

Ia menawarkan pendekatan non-yudisial sebagai jalur penyelesaian mengingat pelanggaran HAM berat itu terjadi di masa lalu.

“Dengan berjalannya waktu yang demikian lama, apakah tidak juga perlu dipertimbangkan pendekatan yang lain, non yudisial?,” ujarnya.

Terkait dengan tawaran itu, ia berharap segera ada kesepakatan agar dapat diimplementasikan setelah Pemilu 2019 terlaksana.

“Sebaiknya kesepakatan nasional itu kita bangun dari saat ini. Pelaksanaanya nanti setelah pemilu 2019,” pungkasnya. (Sk)