Soal Isu Kerja Paksa WNI di Taiwan, Lena Maryana Minta Pemerintah Usut Tuntas

147
PPP
Lena Maryana, Anggota Komisi 1 DPR RI F-PPP menanggapi penembakan umat muslim di New Zaeland. (Foto : Istimewa)

PPP.OR.ID , Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lena Maryana, sangat menyesalkan adanya dugaan kerja paksa ratusan mahasiswa Indonesia di Taiwan. Ia pun meminta pemerintah melakukan investigasi.

“Bila benar demikian, saya sangat menyayangkan,” katanya, Kamis (3/1/2019).

Lena menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemelu) harus segera mengambil sikap dan tindakan atas dugaan praktik tersebut. Pemerintah juga dinilai perlu menginvestigasi dan mengambil langkah-langkah perihal kebenaran informasi yang beredar mengenai praktik kerja paksa mahasiswa Indonesia di Taiwan.

“Ini semua bermuara pada penyelesaian kasus agar tidak ada simpang siur dan mendapatkan kejelasan peristiwa dimaksud,” tambah Lena.

Lebih lanjut, Lena menyatakan, Kemlu serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) perlu segera menjalin koordinasi untuk mengecek kerja sama di bidang pendidikan antara pemerintah Taiwan dan pemerintah Indonesia.

Sebagaimana diketahui, media lokal Taiwan, Taiwan News, memberitakan ada enam perguruan tinggi setempat yang kedapatan mempekerjakan 300 mahasiswa Indonesia berusia di bawah 20 tahun di pabrik-pabrik. Kabar itu terungkap dari penyelidikan yang dilakukan oleh anggota parlemen Taiwan, Ko Chieh En.

Para mahasiswa hanya berkuliah pada Kamis dan Jumat setiap pekan dan Minggu hingga Rabu mereka diangkut dengan bus menuju pabrik di Hsinchu untuk bekerja pada pukul 07.30-19.30 waktu setempat dengan hanya dua jam istirahat. Mereka ditugasi mengepak 30 ribu lensa kontak sambil berdiri setiap hari. (rel/Sk)