Soal Penyelundupan Narkoba, PPP Dorong Peran BIN Awasi Jalur Masuknya

137

PPP.OR.ID – Bahaya narkoba mengancam generasi bangsa, beberapa waktu lalu buktinya mengagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu. Karena bahayanya narkoba sedemikian rupa,  Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi, mengapresiasi langkah aparat yang mampu merespon dengan tindakan cepat.

Sebelumnya, sejumlah 1 ton sabu di perairan Batam, dan kini 1,6 ton sabu di perairan Anambas, Kepulauan Riau berhasil digagalkan.

“Kami mengapresiasi kerja aparat Bea Cukai Kepulauan Riau, yang telah menggagagalkan penyelundupan narkoba sebanyak 3 ton,” ungkap Arwani Thomafi, Minggu, (25/2/2018).

Penyelundupan narkoba dalam jumlah berton-ton harus dibaca bukan sekedar bisnis ilegal semata. Ini merupakan perang tanpa bentuk atau proxy war yang bertujuan merusak generasi bangsa Indonesia. Beliau juga menyoroti Peran Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melihat kasus ini.

“Peran Badan Intelijen Negara (BIN) harus lebih ditingkatkan, untuk memastikan pintu masuk ke tanah air seperti bandara, pelabuhan dan jalur-jalur lainnya steril dari upaya masuknya narkoba ke Tanah Air. Aparat keamanan juga harus memastikan jalur-jalur tikus yang potensial dijadikan pintu masuk harus steril,” kata beliau.

Anggota Komisi I DPR-RI Fraksi PPP melanjutkan, beliau terus mendorong pemerintah untuk segera membahas RUU Narkotika dan Psikotropika.  RUU ini masuk Prolegnas Prioritas sebagai inisiatif pemerintah untuk segera dibahas bersama DPR.

Politik hukum negara dalam menyikapi persoalan narkoba, harus disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan narkoba yang cukup massif. Salah satu yang patut dipertimbangkan dengan meningkatkan status BNN sebagai lembaga negara yang lebih powerfull dalam melakukan penindakan kejahatan narkotika. (ZA)