Survei Jokowi-Ma’ruf Menguat, PPP Enggan Jumawa

43
Achmad Baidowi Wasekjen PPP
Foto: Istimewa

PPP.OR.ID – Wasekjen Partai PPP, Achmad Baidowi menilai hasil survei elektabilitas yang dilakukan oleh lembaga survei SMRC menunjukan, bahwa dukungan publik kepada pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin kian menguat. Dalam rilis tersebut, Jokowi-Ma’ruf mendapat 60,4 persen suara.

“Ini menunjukan bahwa dukungan publik kepada Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin makin kuat, sehingga kita optimis untuk memenangkan kontestasi pilpres,” kata Baidowi dilansir Kumparan, Senin (8/10).

Sementara itu, rival sekaligus penantang Jokowi-Ma’ruf, Prabowo-Sandi mendapatkan 29,8 persen suara. Meskipun mendapatkan hasil bagus, Baidowi enggan jumawa atas rilis tersebut.

Menurutnya, survei ini tidak akan membuat tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf terlena. Pasalnya, peta pertarungan pilpres yang masih dinamis. Di sisi lain, survei tersebut masih menyisakan sekitar 9,3 persen swing votters atau masyarakat yang belum menentukan pilihan.

“Kalau kita berharap yang 9,3 persen itu ke Jokowi-Amin semua, tapikan kita tidak bisa memaksa, nah nanti rill politiknya itu kan di TPS,” lanjutnya.

Baidowi pun optimis bahwa nantinya swing votters ini akan memilih Jokowi-Ma’ruf. Untuk itu, ia menjanjikan akan mengedepankan kampanye yang soft, simpatik, dan kampanye yang berakhlakul karimah.

“Dengan adat ketimuran, tidak jumawa, menyampaikan pesan-pesan politik, pesan-pesan kebijakan apa adanya dan tidak dibuat-buat,” jelas anggota komisi II DPR RI tersebut.

Pun ketika hasil ini, menurut Baidowi, adalah buah keberhasilan Jokowi memimpin Indonesia selama empat tahun. Menurutnya Jokowi mampu merealisasikan sejumlah janji kampanyenya terutama sektor pembangunan serta membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat.

“Contoh bagaimana pembangunan Indonesia tidak lagi Jawa sentris melainkan Indonesia sentris, dan itu sudah terbukti,” katanya.

Soal janji kampanye yang belum bisa dipenuhi, Baidowi meyakini Jokowi akan selesaikan jika kembali terpilih untuk periode kedua. Menurutnya, tidak ada satupun pemimpin di dunia yang mampu merealisasikan janji kampanyenya selama lima tahun menjabat.

“Terutama masyarakat itu butuh bukti bukan lagi janji. Paling tidak arah untuk menyelesaikan janji-janji kampanye itu sudah dimulai bahkan hampir mayoritas dituntaskannya,” ujar Baidowi.

“Jadi ketika melihat Pak Jokowi, apa sih yang dilakukan Pak Jokowi selama empat tahun? ‘Oh ternyata hasilnya bagus dan banyak’. Terus kemudian dibandingkan  dengan Pak Prabowo, apa yang dilakukan Pak Prabowo selama ini, terus track record-nya seperti apa, dan terakhir dia dan timnya gegap gempita menari, akrobat politik di atas hoaks kegaduhan politik yang ada di Indonesia dan itu catatan bagi publik,” pungkasnya. (Sk)