Survei Salah Prediksi Suara PPP, Ketum PPP Nilai Karena Faktor Ini

137
ppp
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Survei dalam memprediksi perolehan suara PPP di pemilu saat ini selalu meleset. Padahal menurut Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy (Gus Rommy) suara PPP terbukti selalu berada di atas prediksi survei.

Menurut Gus Rommy, hasil survei tidak selalu sama dengan hasil di pemilu. Selain karena survei itu merupakan potret hari ini, juga terdapat kesalahan metode yang membuatnya sering meleset dalam memprediksi hasil pemilu, khususnya untuk memprediksi partai menengah dan Islam.

“Menjelang pemilu 2014 lalu misalnya, PPP dalam survei hanya mendapatkan sekitar 2,2 persen. Padahal pada kenyatannya, suara PPP mencapai 2,5 hingga 3 kali lipat dari hasil survei tersebut,” kata Gus Rommy, Senin (12/11/2018).

Saat ini, dalam sejumlah survei PPP juga disebut mendapatkan suara yang berkisar antara 3,3 persen hingga 4,9 persen. Namun Gus Rommy yakin suara PPP di 2019 jauh lebih tinggi dari angka-angka tersebut.

Menurutnya, setidaknya ada dua kesalahan metode yang membuat suara PPP selalu berada di atas survei. Pertama, survei-survei itu, menurut Gus Rommy, selalu underrepresented atau kurang terwakili secara proporsional oleh partai-partai menengah. Sehingga secara umum, partai menengah seperti PPP selalu memiliki suara yang jauh lebih kecil di survei dibandingkan partai besar.

“Kedua, survei selalu bermasalah dengan responden non muslim. Banyaknya responden non muslim melebihi jumlah populasi yang ada,” lanjut Gus Rommy.

Sehingga, menurutnya, PPP yang merupakan partai Islam dan berada di paling kanan dalam spektrum ideologi selalu dirugikan. Hal inilah yang membuat hasil survei untuk PPP selalu tidak tepat. (Sk)