Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Ulama

156

PPP.OR.ID – Siapa yang tidak kenal kemsahuran Syekh Nawawi al-Bantani, Seorang Imam Besar Masjidil Haram dari Kerajaan Banten. Syekh Nawawi memiliki nama lengkap Abu Abd al-Mu’ti Muhammad bin Umar al- Tanara al-Bantani al-Jawi. Lahir di sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, atau sekarang di Kampung Pesisir, desa Pedaleman, Tarana Serang, Banten pada tahun 1230 H/1815 M wafat di Mekkah pada 1314 H/1897 M. Beliau digelari Sayyid Ulama al-Hijaz atau penghulu ulama di Mekkah dan Madinah karena kepakarannya tiada tara pada masanya.

Syekh Nawawi merupakan salah satu keturunan Sultan Hasanuddin, Putra Sunan Gunung Jati Cirebon atau Keturunan ke-12 dari Sultan Banten. Ayahnya seorang Ulama Banten, ‘Umar bin ‘Arabi, ibunya bernama Zubaedah. Syekh Nawawi wafat di Makkah pada 1879 pada usia di usia 84 tahun.

Sejak usianya usianya 15 tahun, beliau telah dikirim ayahnya untuk belajar kepada Syekh Ahmad Khatib Sambas di Mekah. Syekh Nawawi begitu disukai oleh gurunya karena kecerdasan yang dimiliki. Bahkan ketika Syekh Ahmad Khatib Sambas uzur, beliau diangkat dan ditunjuk menggantikan posisi sang guru menjadi Syekh dan pengajar majelis di Masjidil Haram. Beliau mengajar murid-muridnya yang datang dari berbagai belahan dunia.

Di antara muridnya yang berasal dari Indonesia adalah KH  Kholil Madura, KH Asnawi Kudus, KH Tubagus Bakri, KH Arsyad Thawil dari Banten dan KH Hasyim Asyari dari Jombang. Mereka inilah yang kemudian hari menjadi ulama-ulama terkenal di tanah air.

Syekh Nawawi juga terkenal sebagai penulis yang menghasilkan banyak karya. Manuskripnya disebarkan dan diterbitkan ribuan kali bahkan tanpa royalti.  Kalangan pesantren begitu akrab dengan nama Syekh Nawawi. Itu tidak lain karena kalangan pesantren mengkaji warisan keilmuan Syekh Nawawi  melalui karya-karyanya.

Yusuf Alias Sarkis dalam Dictionary of Arabic Printed Books mencatat setidaknya 34 karya telah ditulis oleh Syekh Nawawi. Beberapa kalangan ada yang menyebutkan bahwa karya-karya beliau mencapai lebih dari 100 judul, meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti tauhid, ilmu kalam, sejarah, syari’ah, tafsir, dan lainnya.

Di antara karya-karya beliau adalah Tafsir Marah Labid, Atsimar al-Yaniah fi Ar-Riyadah al-Badiah, Nurazh Sullam, al-Futuhat al-Madaniyah, Tafsir Al-Munir, Tanqih Al-Qoul, Fath Majid, Sullam Munajah, Nihayah Zein, Salalim Al-Fudhala, Bidayah Al-Hidayah, Al-Ibriz Al-Daani, Bugyah Al-Awwam, Futuhus Samad, dan al-Aqdhu Tsamin. (Dari berbagai sumber/ZA)