Tak Khawatir Nurhadi-Aldo Picu Golput, PPP : Yang Berinteraksi di Medsos ‘Dildo’ Sudah Melek Politik

66
PPP
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – PPP melihat kehadiran capres-cawapres fiktif Nurhadi-Aldo atau ‘Dildo’ sebagai bentuk humor di tengah panasnya situasi politik dalam negeri. PPP tak khawatir pasangan ‘Dildo’ jadi pemicu masyarakat untuk golput di Pemilu 2019.

“Itu humor politik sebagai sebuah oasis di tengah garing dan garangnya perpolitikan negeri ini. Sekaligus sebagai bentuk sindiran kepada elite politik bahwa berpolitik tak selalu harus bersitegang, meskipun berbeda pendapat,” kata Wasekjen PPP, Achmad Baidowi, Rabu (9/1/2019).

Baidowi juga ragu pasangan ‘Dildo’ bakal memicu masyarakat untuk golput. Sebab, ia melihat masyarakat yang ikut meramaikan pasangan ‘Dildo’ merupakan kalangan melek politik.

“Apakah akan memicu golput? Bisa juga, tapi tidak sepenuhnya. Karena kalau kita lihat yang berinteraksi ataupun mengikuti perbincangan Nurhadi-Aldo ini adalah mereka yang sudah melek politik, bahkan banyak juga yang aktif di politik,” ujarnya.

Kekhawatiran soal masyarakat golput karena Nurhadi-Aldo ini diungkapkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva. Menurut Hamdan, pasangan ‘Dildo’ yang dianggapnya sebagai lucu-lucuan ini juga bisa memicu orang jadi antipati terhadap politik.

Politisi PPP ini kemudian berbicara soal pengikut Nurhadi-Aldo di Instagram. Akun Instagram @nurhadi_aldo diikuti lebih dari 295 ribu orang. Angka ini melampaui pengikut kebanyakan akun Instagram partai politik.

Lebih lanjut Baidowi mengakui bahwa parpol memang kesulitan menggaet pengikut di media sosial. Ia menilai hal itu disebabkan kebanyakan masyarakat tak mau terang-terangan menampakan pilihan politiknya.

“Ini juga fenomena medsos yang berlaku umum bahwa akun-akun politik praktis seperti parpol itu memang susah untuk mendapatkan followers yang banyak. Sebab, kecenderungan netizen menghindari politik praktis, meskipun banyak di antara mereka juga punya prefensi pilihan politik,” tandasnya. (Sk)