Tangani Bencana, Pemkab Tasik Libatkan Elemen Santri dan Kyai

    52

    PPP.OR.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mengadakan pelatihan santri dan kyai tanggap bencana di Gedung Pendopo Lama, Rabu (8/2). Tujuannya agar santri dan kyai turut serta dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.

    Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, dengan melibatkan santri dan kyai, diharapkan mereka dapat memiliki andil ketika bencana datang. Dikarenakan wilayah Kabupaten Tasikmalaya merupakan wilayah yang rawan bencana gempa, tsunami, banjir dan gunung berapi.

    “Masuk rawan bencana di tingkat Provinsi dan Nasional. Kami libatkan santri dan para kyai di samping Tagana, BPBD. Bencana harus dikeroyok dalam penanggulangannya karena tidak semua elemen masyarakat cukup dengan bantuan pemerintah tapi kalau dikeroyok ormas, santri, ulama maka akan terbantu. Orang yang dirundung duka harus dibantu,” ungkap Uu.

    Calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga mengingatkan, agar para santri bisa ikut membantu pertolongan dan evakuasi saat terjadi bencana, serta tetap menjaga kualitas lingkungan agar tetap asri.

    “Ulama perannya tak hanya pertolongan tapi nasihat agar yang dilanda bencana sabar. Beda disuruh sabar oleh orang biasa dan sama kyai. Kalau sama kiai akan diterima hati nurani masyarakat,” ujar Uu.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian menyebut pelatihan santri dan ulama tanggap bencana dilangsungkan selama satu hari.

    Adapun sepanjang pelatihan yang laksanakan tersebut, dijelaskan tentang potensi bencana dan cara penanganannya.

    “Dengan pelatihan ini maka Ponpes terpanggil untuk bantu penanganan bencana. Bantu masyarakat yang terdampak bersama kami (BPBD),” ucap Alfian.

    Dalam pelatihan kali ini, pihak BPBD khusus menyertakan perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) dari setiap Kecamatan. Dengan harapan bisa menularkan pengetahuannya ke santri lainnya.

    “Target lima sampai enam Ponpes per-Kecamatan dari total 39 Kecamatan. Ada 225 perwakilan yang hari ini pelatihan,” sebut Alfian. (Ch)