Tinjau Lokasi Gempa, Ketum PPP Sebut Ada Permasalahan Birokrasi Terkait Penyaluran

    118

    PPP.OR.ID, NTB – Ketua Umum PPP, M Romahurmuzy meninjau lokasi gempa di Dusun Sandongan, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Dalam kunjungannya, ketua umum milenial ini melihat adanya permasalahan birokrasi tentang penyaluran bantuan dari pemerintah pusat ke daerah lokasi bencana.

    “Saya melihat adanya kemacetan dari birokrasi penyaluran bantuan, karena dari sisi komitmen pemerintah pusat, pertama untuk mengalokasikan anggaran sudah, karena memang itu diambilkan dari yang ada di anggaran bendahara umum negara maupun yang dicadangkan untuk BNPB,” kata Gus Rommy, Senin (24/9/2018).

    Gus Rommy menambahkan, pemerintah Jokowi sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk merehabilitasi rumah warga yang terkena bencana dalam segi pembiayaan.

    “Saya melihat komitmen presiden juga sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, terutama untuk rehabilitasi rumah pasca tanggap darurat itu juga sudah disampaikan secara terbuka, karena itu yang lebih penting adalah memastikan itu segera cair,” tuturnya.

    Cicit dari pendiri NU ini menegaskan telah mendapatkan laporan dari lapangan tentang pencairan yang belum cair, yakni untuk rumah yang rusak berat Rp50 juta, rumah rusak sedang Rp25 juta, dan rumah rusak ringan Rp10 juta.

    “Itu belum ada yang cair, sehingga masyarakat tidak memiliki kepastian untuk menggerakan tenaganya untuk membersihkan sendiri,” sambungnya.

    Gus Rommy berharap agar masyarakat mengambil inisiatif membersihkan rumahnya masing-masing tanpa menunggu dari pemerintah.

    “Ketua RT, dalam hal ini mengidentifikasi sebelum mereka dilakukan pembersihan, segera dilakukan identifikasi dan di dalam situasi krisis ini terjadi karena gempa, maka yang ada harusnya tingkat kepercayaan yang tinggi antar pamong praja, baik itu tingkat pusat maupun sampai tingkat RT,” tegasnya.

    Ia juga menegaskan, jangan ada oknum yang mengambil kesempatan dari adanya peristiwa bencana alam yang terjadi di Lombok dan sekitarnya.

    “Jangan ada satupun pihak yang mengambil keuntungan dari adanya kejadian bencana ini, karena kita juga tau bahwa ada saja selalu pihak-pihak yang selalu berikhtiar menggunakan kesempatan dalam kesempitan,” pungkasnya. (Sk)