Uu Tegaskan, Jabar Tetap Kondusif

    34

    PPP.OR.ID – Kasus penganiayaan yang terjadi dua pekan terakhir di seputaran Bandung Raya, Jawa Barat mengakibatkan seorang kiai mengalami luka parah dan meninggal dunia. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa.

    Kasus pertama, dialami KH. Umar Basri pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka yang dianiaya di dalam masjid oleh pria diduga gila. Selanjutnya, kasus penganiayaan terhadap ustad Prawoto (40) Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) dianiaya tetangganya sendiri Asep Maftuh (45) yang diduga mengalami gangguan jiwa hingga tewas.

    Terkait dengan kasus tersebut, Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menilai, terlepas dari sejumlah gangguan keamanan yang terjadi belakangan, Jabar tetap kondusif terutama menjelang Pilkada 2018. Uu meyakini masyarakat Jabar semakin dewasa dalam berdemokrasi.

    “Jabar tetap aman tercermin dengan even politik Desa, Kabupaten/Kota dan Jabar hingga Pilpres sampai hari ini tidak ada huru-hara. Karena masyarakat Jabar semakin pintar berpolitik dan memilih pemimpin yang baik,” ucap Uu, Rabu (7/2/2018).

    Cawagub Jabar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menilai, adanya penafsiran politik dari masyarakat mengenai insiden orang diduga gila menganiaya tokoh agama ini merupakan hal yang wajar. Sebab, setiap kebijakan pemerintah bila dilihat melalui kacamata politik selalu melahirkan berbagai kesimpulan.

    Munculnya penafsiran ini, tidak terlepas dari adanya kekhawatiran berlebihan pemerintah pusat terhadap kondisi keamanan di Jabar. Sebab, Uu melanjutkan, alasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengusulkan Pj Gubernur dari polisi lantaran Jabar rawan saat Pilkada.

    “Saya pribadi tidak masalah Pj Gubernur Jabar mau dari polisi atau ASN, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Uu. (Ch)