Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

10 Fakta Tari Saman dalam Opening Ceremony Asian Games

21 Agustus 2018 - 15:05:00 | 54

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Dalam pembukaan seremoni Asian Games 18 Agustus kemarin, tari Saman menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi tamu-tamu negara dan  undangan yang memadati Gelora BUng Karno, Jakarta. Seperti kita tahu, tari Saman sendiri merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo, yang lazimnya kerap digelar dikala ada acara-acara adat atau peristiwa penting berhubungan dengan kultur tempat. Namun siapa sangka, dibalik megahnya formasi besar nan apik sang penari, sepuluh hal ini tak luput dari kekompakan mereka dalam membawakan tarian tersebut.

Syair

Syair yang digunakan dalam tarian ini menerapkan bahasa Gayo. Lazimnya tarian Saman juga ditampilkan saat perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Erat dengan Kebudayaan Islam

Tari saman dimaksimalkan dan didirikan oleh Syekh Saman, yaitu seorang ulama yang berasal dari tempat Gayo yaitu Aceh bagian Tenggara. Tari saman yaitu tarian asal suku hayo yang ada di Aceh. Tari Saman ini mulai dimaksimalkan mulai dari abad ke 14 oleh seorang ulama besar yang bernama Syekh Saman. Awalnya tarian ini sekadar permainan rakyat yang dinamai Pok Ane.

Kemudian kebudayaan Islam pun masuk, sehingga timbul akulturasi yang menyebabkan perubahan, mulai dari lagu pengiring permainan Pok Ane yang sebelumnya hanya sekadar komplemen, sekarang menjadi nyayian yang dipenuhi oleh arti dan makna kebanggaan untuk Allah. Adat Islam ini juga mengubah sebagian gerakan tari Saman mulai dari gerakan tepukan tangan dan perubahan tempat duduknya.

 Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Dunia

Tari Saman sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu daftar kultur warisan dari Aceh yang terdapat pada sidang ke-6 komite antar pemerintah atas perlindungan warisan kultur tidak benda UNCESCO di bali, tepatnya pada tanggal 24 November 2011.

Media Dakwah

Tari Saman yaitu salah satu media guna untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau dakwah. Makna dari tarian ini sendiri mencerminkan sebuah pendidikan, sopan santun, keagamaan, kepahlawanan, kebersamaan dan kekompakan.

Tari Saman mempunyai makna sebagai format tingginya rasa sopan santun, kebersamaan, pendidikan, kekompakan, kepahlawanan dari masyarakat Aceh nan religius. Adanya pesan dakwah yang terkandung pada tiap-tiap-tiap-tiap bait syairnya juga menjadi poin tersendiri.

Unik

Diantara pelbagai ragamnya seni tari adat tempat dari pelbagai suku-suku di Indonesia, tari Saman ini yaitu salah satu dari sekian banyak tari adat yang tergolong unik. Keunikan tari Saman ini terletak pada cara penari mengganti kostum mereka di tempat, dan secara langsung yakni saat sedang menari.

Kostum penari tari Saman memang telah didesain semaksimal mungkin, dengan menerapkan kain yang bermotif khas Kerawang Gayo, semakin memudahkan para penari yang kerap dituntut cekatan, dalam mengganti pakaiannya seirama dengan gerakan selanjutnya. Tak jarang bila kemudian kostum mereka nambah berlipat-lipat daripada penari kebanyakan.

Keunikan juga tampak pada harmonisasi paduan suara dan lagu yang menyertainya. Dari keunikan ini juga yang mewujudkan tari asal Aceh ini menjadi sungguh-sungguh populer, tidak hanya di dalam negeri melainkan juga di mancanegara.

Menari Diiringi Suara Penari Sendiri

Penari, lazimnya akan diikuti oleh musik yang kian menguatkan suasana. Namun pada jenis tari yang satu ini, justru suara dari para penari Saman sendirilah yang semakin menguatkan ciri khas yang kental dengan nuansa adat budaya dan Islam tersebut.

Tak hanya suara, riuh tepukan tangan mereka yang dikombinasikan dengan memukul bagian dada serta pangkal paha mereka sebagai format sinkronisasi, juga gerakan menghempaskan badan ke pelbagai arah adalah satu bukti dari sekian banyaknya sisi unik dari tari Saman. Tarian ini didampingi oleh seorang pemimpin yang disebut dengan nama Syekh.

Dituntut Latihan Serius dan Berkonsentrasi Tinggi

Disebabkan kekompakan dan keseragaman formasi serta kecermatan waktu, oleh sebab itu para penari Saman dituntut supaya mempunyai tingkat konsentrasi yang tinggi serta latihan yang serius, agardapat menampakkan gerakan tari yang sempurna. Tarian ini lebih terkhusus ditampilkan oleh laki-laki.

Dilakukan Banyak Orang

Tari Saman dimainkan oleh belasan hingga puluhan laki-laki, tapi yang pasti jumlahnya seharusnya tetap ganjil. Ada juga anggapan lain yang mengatakan, tari ini dilaksanakan kurang lebih sebanyak 10 orang, dengan 8 orang menjadi penari dan 2 orang menjadi pemberi aba-aba sembari tarik suara.

Mukaddimah Sebelum Tampil

Sebelum menari, akan ada pembukaan terlebih dulu (mukaddimah), yang akan disampaikan oleh seorang pemuka agama. Pemuka agama akan memberi bimbingan-bimbingan perihal kebersamaan dan kekompakan atau lain-lainnya.

Tari Saman Sering Disamakan dengan Tari Ratoeh Datuk

Untuk beberapa orang, tari Saman acap kali dianggap sama dengan Tari Ratoeh Datuk. Faktanya, kedua tari ini sangatlah berbeda. Perbedaannya dapat dipandang pada penarinya, tari Saman dilaksanakan oleh penari pria dengan jumlah yang ganjil, walaupun tari ratoeh datuk dilaksanakan oleh para penari perempuan dengan jumlah yang genap.

Perbedaan lainnya yang dapat ditemukan adalah pada segi bajunya, tari Saman menerapkan pakaian kantong yang bermotif, walaupun tari Ratoeh Datuk menerapkan pakaian yang polos dipadukan bersaman songket Aceh. (Sk)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV