Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

10 TIPS MEMILIH PEMIMPIN MENURUT ISLAM

10 Agustus 2018 - 21:33:22 | 24

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Di tengah situasi politik sekarang ini, kita dituntut untuk pandai mengelola hati dan pikiran agar tidak ada kata “baper” diantara sesama masyarakat. Terlebih dalam dukung-mendukung salah satu paslon capres-cawapres, berikut tips memilih pemimpin (capres-cawapres) untuk Indonesia lima tahun ke depan, dikelola dari berbagai sumber.

Pertama, beriman dan beramal saleh. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertakwa, selalu menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akhirat. Selain itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal saleh. 

Kedua, memiliki niat yang lurus. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Saw., "Sesungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut. "Karena itu, hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhaan Allah saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan”.

Ketiga, pilih calon laki-laki. Dalam Alquran surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki-laki adalah pemimpin dari kaum wanita. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara ."

Keempat, pilih calon yang tidak meminta jabatan. Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Ra, "Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya," (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kelima, cari pemimpin yang berpegang pada hukum Allah . Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin. Allah berfirman, "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka," (Al Maaidah:49).

Keenam, cari pemimpin yang Adil. Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari Kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan atau akan dijerusmuskan oleh kezalimannya," (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al Kabir).

Ketujuh, pilih pemimpin yang bisa menasihati rakyat. Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum muslimin, lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasihati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya)."

Kelapan, cari pemimpin yang tidak mudah disuap. Seorang rakyat yang memberikan hadiah atau suap kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati. Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda, "Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan," (Riwayat Thabrani).

Kesembilan, pilih pemimpin yang tegas. Ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah SWT dan Rasulnya.

Kesepuluh, pilih pemimpin yang lemah lembut . Doa Rasullullah, "Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya."

Demikian 10 tips atau panduan dalam memilih pemimpin menurut Islam. (*)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV