Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Abul Qasim Al-Majriti, Ilmuwan Muslim dari Andalusia

28 Februari 2018 - 22:28:37 | 570

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Sejarah telah mencatat bahwa dunia Islam pernah mengalami kejayaan. Ketika itu penguasaan intelektual menjadi salah satu kuncinya, maka tidak heran muncul banyak penemuan dari para ilmuan muslim. Salah satu ilmuan muslim itu adalah Abul Qasim Maslamah bin Ahmad Al-Majriti (Al-Majriti berarti "dari Madrid"). Beliau merupakan seorang astronom, kimiawan, matematikawan, dan ulama Arab Islam dari Al-Andalus (Spanyol).

Abul Qasim Al-Majriti ikut berperan dalam penerjemahan Planispherium karya Ptolemeus, memperbaiki terjemahan Almagest, memperbaiki tabel astronomi dari Al-Khwarizmi, menyusun tabel konversi kalender Persia ke kalender Hijriah, serta mempelopori teknik-teknik geodesi dan triangulasi. Beliau juga merupakan salah satu penulis Ensiklopedia Ikhwan As-Shafa, meskipun banyak yang menyangsikan dan kemungkinannya sangat kecil . Seorang cendekiawan Barat, EJ Holmyard, bahkan mengatakan Abul Qasim Al-Majriti merupakan ilmuwan yang paling cermelang di antara sekelompok ilmuwan Muslim Spanyol saat pemerintahan Khalifah Al Hakam II yang berkuasa pada 961 hingga 976 Masehi.

Banyak sarjana mengakui beliau sebagai ahli matematika dan astronomi. Beliau juga menjadi pelopor yang mengenalkan tabel astronomi karya Al-Khawarizmi ke dunia barat. Dalam karya dan bukunya beliau memaparkan berbagai macam cabang pengetahuan, Beliau persembahkan seperti halnya penerapan matematika dalam penjualan dan pejaka, operasi geometri, aljabar dan ilmu hitung lainnya.

Ketika masa paruh pertama abad ke-12, empat sarjana melakukan penerjamahan karya-karya ilmiah para ilmuwan Muslim, termasuk karya yang telah di revisi oleh Abul Qasim Al-Majriti. Kemudian pada 1126 Masehi, Adelard menerjemahankan karya yang memuat table astronomi Al-Khawarizmi yang telah di revisi oleh Maslama. Hal yang sama juga di lakukan oleh Herman. Robert menerjemahankan karya yang di adaptasi dari tabel Al-Battani dan Al-Zarqali. Ini membuktikan bahwa Abul Qasim Al-Majriti sangat produktif menghasilkan karya dalam berbagai bidang keilmuan.

Abul Qasim Al-Majriti berkontribusi mengenalkan metode baru dalam melakukan survei geografis menggunakan perangkat astronomi bernama astrolabe. Metode tersebut menggantikan metode survei yang sebelumnya pernah dikenalkan oleh Andalusia bernama Al-Saffar. Pada masa berikutnya, metode tersebut menyebar ke bagian utara wilayah Spanyol Kristen,yaitu Catalonia dan Rippol. Dua wilayah ini kemudian menjadi wilayah pertama di barat yang menyerap hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan oleh para cendekiawan muslim.

Selain menorehkan penemuan dan karya dalam bidang matematika dan astronomi, beliau juga menorehkan prestasi dalam bidang Kimia. Setidaknya ada dua risalah kimia yang dihasilkan yaitu Rutbat Al-Hakim dan Ghayat Al-Hakim yang ditulis dalam kurun waktu 1047 - 1050 Masehi. Beliau dikenal sebagai orang pertama yang membuktikan prinsip kekekalan massa yang terdapat dalam Rutbat. Jauh sebelum Ilmuwan Non-Muslim yang bernama Lavoisierdari Prancis yang dianggap sebagai penemu prinsip kekekalan massa.

Kiparahnya tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan tetapi juga membangun sebuah lembaga pendidikan yang dimana memfokuskan pada bidang astronomi dan matematika. Kemudian lembaga tersebut menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan jaringan komunikasi antar ilmuwan. Lembaga pendidikan itup juga menampung banyak murid yang berbakat.

Abul Qasim Al-Majriti dikenal sebagai ilmuwan berpikiran terbuka. Ia mengajarkan kepada muridnya banyak refrensi ilmu pengetahuan. Misalnya, ia mengerjakan tentang karya-karya Al-Khawrizmi dan membahas karya itu secara mendalam. Karya Al Farabi menjadi karya lain yang di kaji secara serius di lembaga pendidikan itu. kajian ini, terutama di fokuskan pada bidang astronomi dan matematika. Dua bidang yang sangat di andalkan oleh Maslama.

Setelah mendedikasikan diri di dunia ilmu pengetahuan selama bertahun-tahun, al-Majriti menghembuskan nafas terakhir pada tahun 1007 (397 H) di Andalusia dan meninggalkan beberapa karya monumental. Diantara karya-karya adalah Rutbat al Hakim (The Stes of The Scholar), Ghayat al Hakim (The Goals of The Scholar / Tujuan para filsuf), Rissala fi al usturlab (Astrlabe treatise), Sharh Kitab al Majesti li Batlimus (Commentary of Ptolemy’s al Magest) dan Kitab Timar al Aad fi al Hisab. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV