Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Akar Sejarah Masuknya Islam di Maluku

11 Desember 2017 - 20:32:46 | 4634

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Maluku merupakan daerah yang memilki sejarah panjang dan sudah dikenal sampai mancanegara terutama derah Timur Tengah. Maluku banyak dikenal dengan sebutan Jazirah al-Mamluk atau Kepulauan Raja-raja. Sebutan ini bukan tanpa alasan, sebab Maluku adalah sebuah negeri di Timur Indonesia yang sangat berpengaruh dengan empat kerajaan yaitu Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan. 

Menurut penelusuran sejarah, Maluku sudah dikenal sejak zaman Mesir dipimpin oleh Firaun dibuktikan dengan catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia, Mesopotamia dan Mesir. Dalam catatan itu disebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara. Ciri-ciri itu mengindikasikan tanah Maluku yang memang dikenal pengahsil Pala, Fuli, Cengkeh dan Mutiara sejak zaman dahulu. 

Banyak catatan sejarah lain yang menyebutkan tentang Maluku diantarany di kitab Nagarakretagama (1365), Catatan dari Dinasti Tang (618-906) di Cina. Ini membuktikan keberadaan tanah Maluku memang sangat tua dan memiliki pengaruh penting di dunia terutama sebagai penghasil rempah- rempah.

Berkenaan dengan masuknya Islam di Maluku ditemukan beberapa versi menurut pendapat para tokoh dan sejarawan. Buya Hamka dalam bukunya “Sejarah Umat Islam” yang membahas sejarah perkembangan umat Islam mulai dari zaman jahiliyah menyatakan jika Islam masuk Maluku sejak 650M atau 17 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dijelaskan bahwa pada masa itu telah banyak pedagang Arab dan Persia yang beragama Islam datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Bahkan diperkirakan menikah dengan wanita pribumi dan kemungkinan meninggal disana.

Sementara itu menurut catatan Hikayat Ternate yang ditulis oleh Naidah disebutkan bahwa pengislaman di Maluku terjadi pada 643 H (1250 M). Dprakarsai oleh tokoh bernama Jafar Shadik atau Jafar Nuh yang datang dari Jawa tiba di Ternate pada Senin 6 Muharam 643 H atau 1250 M. Selain itu juga ada yang mengatakan bahwa Islam masuk di Maluku pada abad ke-15 M dibawa oleh Syekh Mansur. Ia adalah seorang pedagang dari Arab yang menyiarkan Islam pada masa Calano Caliati di Tidore. Dalam proses penyebaran Islam di Maluku dikenal juga nama lain, yaitu Datu Maulana Hussein yang menyebarkan Islam di kawasan Ternate pada masa pemerintahan Kalano Marhum. 

Menurut cataanPortugis Islam masuk di Maluku sudah ada di Ternate sejak 1460 M. Ini artinya Islam sudah ada dan ikut mempengaruhi kehidupan tatanan sosial meskipun belum cukup kuat. Sampai kemudian ketika Sultan Zainal Abidin (1486-1500) pengaruh Islam mengakar dalam masyarakat. Berbagai versi di atas secara umum menyepakati bahwa Islam masuk ke Maluku melalu jalur perdagangan. Zainal Abidin diketahui pernah pergi ke Jawa untuk mempelajari Islam. Ia belajar langsung dari Sunan Giri ulama atau wali terkenal di tanah Jawa. 

Setelah itu baru muncul empat kerajaan Islam di Maluku yang disebut Maluku Kie Raha (Maluku Empat Raja). Kesultanan Ternate yang dipimpin oleh Sultan Zainal Abidin (1486-1500); Kesultanan Tidore dipimpin oleh Sultan Mansur; Kesultanan Jailolo yang dipimpin oleh Sultan Sarajati; Kesultanan Bacan yang dipimpin oleh Sultan Kaicil Buko. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV