Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Alap-alap PA4, Perkembangan Drone Militer Indonesia

13 Februari 2018 - 19:51:32 | 170

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Beberapa tahun terakhir ini teknologi drone tengah digandrungi banyak kalangan. Hal ini jelas saja mnedorong majunya teknologi pesawat tanpa awak ini. Dalam perkembangannya saat ini Drone dimanfaatkan dalam berbagai bidang di kehidupan manusia. Mulai dari untuk mengangkut barang, pemotretan, pengambilan gambar film, hingga digunakan untuk kepentingan militer. Indonesia juga tidak ketinggalan menggunakan dan mengembangkan Drone dalam sistem pertahanan negara. 

Penggunaan Drone dalam dunia militer pertama kali digunakan dalam perang Balkan. Semenjak itu penggunaannya meningkat secara drastis, terutama saat terjadi pertikaian di Afghanistan, Irak, dan Pakistan oleh agen CIA. Pengunaan Drone ini tidak hanya mendapat saambutan karena keunggulan dan fungsinya, akan tetapi juga menuai protes dari berbagai kalangan. Pada tahun 2002, para demonstran dan aktivis memprotes penggunaan drone dalam suatu pertempuran karena terbukti lebih banyak menjadikan warga sipil sebagai korbannya.

Terlepas dari pro kontra di atas Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki hak dan berkepentingan menjaganya, termasuk menggunakan Drone atau Pesawat Udara NIarawak (Puna) sebagai alatnya. Indonesia telah mengembangkan Drone beberapa tahun lalu. Diantara Drone yang dikembangkan adalah Alap-alap yang dikembangkan BPPT sejak tahun 2009 ini sudah bersifat auto pilot. Keberadaan pilot utamanya untuk membantu proses take off dan landing.

Sebelumnya, Indonesia telah mengembangakan Pesawat Udara Nirawak bernama Wulung yang kini digunakan Skadron Udara 51. Seperti halnya Wulung, Alap-Alap juga ditenagai mesin propeller dengan bahan bakar cair (bensin). Perbedaan keduanya yaitu Alap-alap punya dimensi, bobot dan payload yang lebih kecil dibanding Wulung. Alap-alap bahkan kini tampil dengan varian terbaru yaitu Alap-alap PA4.

Alap-alap PA4 itu adalah usaha dan bentuk kesiapan BPPT untuk mendapatkan sertifikat Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA). Sertifikat itu merupakan syarat agar drone buatan anak negeri itu bisa digunakan militer Indonesia. Jenis drone tersebut memang mumpuni untuk mapping atau pemetaan, selain surveillance atau pertahanan.

Pesawat tanpa awak berbobot 30 kg itu kembali mendarat di bandara yang sama sekitar pukul 10.30 WIB. Alap-alap PA4 punya bobot maksimum hingga 30 kg. Endurance PA4 bisa mencapai 7 jam, serta jarak jelajah 623 km. Satu hal yang masih menjadi kelemahan, operasi drone ini masih sebatas siang hari. Meskipun begitu Alap-alap dan pesawat Drone lain buatan Indonesia membuktikan bahwa bangsa ini mampu bersaing dalam bidang teknologi, khususnya teknologi militer. Tentu semuanya masih butuh waktu dan inovasi agar dapat mengejar ketertingalan dari negara-negara maju. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV