Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Al-Qarawiyyin, Universitas Pertama di Dunia

13 September 2017 - 20:25:55 | 355

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Pendidikan merupakan sebuah hal yang sangat penting demi terwujudnya perubahan dan membuat kemajuan dalam peradaban. Ibarat mendirikan rumah pendidikan merupakan salah satu fondasi dasarnya. Pentingnya peran pendidikan ini sangat disadari oleh para pendahulu sehingga mampu membangun peradaban dengan sangat baik. Lembaga pendidikan menjadi faktor sentral yang sangat penting. Tidak heran jika sejak zaman dulu telah muncul banyak lembaga pendidikan tidak terkecuali dalam peradaban Islam.

Sejarah mencatat bahwa universitas pertama di dunia didirikan oleh seorang muslimah bernama Fatima al-Fihria. Universitas Al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine didirikan pada 859 M di Kota Fez, Maroko. Fatima al-Fihria sendiri merupakan anak saudagar kaya bernama Muhammad Al-Fihri. Awalnya Fatima al-Fihria bersama kakaknya Mariam membangun sebuah komunitas diskusi di Masjid Qarawiyyin. Diskusi-diskusi tersebut membahas berbagai bidang topic diantaranya bahasa, logika, kimia, sejarah, matematika, astronomi, geografi, kedokteran, hingga musik.

Universitas Al-Qarawiyyin tahun 1998 tercatat dalam buku Guinnes Book of World Record, UNESCO dan banyak sejarawan sebagai universitas pemberi gelar akdemik pertama. Universitas yang juga menjadi satu dengan bangunan masjid ini juga telah berhasil melahirkan banyak lulusan berkaliber dunia. Lulusan itu antara lain Ibnu Rushayd al-Sabti,  Mohammed bin al-Hajj al-Abdari al-Fasi, Abu Imran al-Fasi dan nama-nama lainnya. Mereka didik oleh ilmuan besar zaman itu seperti Ibnu Al-Arabi, Ibnu Khaldun, Ibnu Al-Khatib, Alpetragius, Al-Bitruji, dan Ibnu Harazim.  

Sebagai sebuah lembaga pendidikan Universitas Al-Qarawiyyin memainkan perannya dengan baik. Banyak ilmuan Eropa yang samapi menghasilkan penemuan belajar atau tinggak di Fez, tempat dimana Universitas ini didirikan. Sejak itulah banyak orang-orang Eropa yang belajar di Universitas ini. Salah  satunay yang belajar disini adalah pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Sylvester ll, menjadi saksi bagaimana Universitas Al-Qarawiyyin memberi pengajaran. Sebelum menjadi Paus, Gerbert of Aurillac (930 M – 1003 M) sempat menimba ilmu di universitas ini. Ia mempelajari matematika dan kemudian memperkenalkan penggunaan nol dan angka Arab ke Eropa. Pada tahun 1540 M, Nichola Louvain seorang ilmuwan Belgia juga tercatat sempat belajar bahasa Arab di Universitas Al-Qarawiyyin.

Universitas Al-Qarawiyyin memiliki peran yang sangat besar dalam mebangun perdaban, khususnya menjadi jembatan penghubung kebudayaan dan akademis atara dunia islam dengan Eropa pada abad pertengahan. Sejarah terus berkemabang dan peran Universitas ini sebagai jembatan penghubung juga semakin diakui.Berbagai hal yang terungkap diatas menjadi bukti bahwa zaman renaisans atau kemajuan Barat saat ini adalah berkat sumbangsih peradaban Islam. Tanpa adanya perdaban Islam kala itu Barat tidak akan mampu seperti sekarang. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV