Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Dalam Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Harus Lebih Serius Meningkatkan Mutu Pendidikan Vokasi

04 Mei 2018 - 15:19:19 | 125

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Anwar Idris Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP mengingatkan, bahwa Konstitusi UUD 1945 mengamanahkan pemerintah untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia (Pasal 5 UUD 1945). Sebab dengan pendidikan, sebuah bangsa bisa bermartabat, mandiri, dan kompetitif.

Anwar Idris meyampaikan, berdasar data BPS sebanyak 121,02 juta orang penduduk bekerja dan masih terdapat 7,04 juta orang menganggur. Saat ini, dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, tingkat pengangguran terbuka pada tingkat pendidikan Sarjana, Diploma, dan SMK yang mengalami peningkatan. Artinya, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap yang jumlahnya cenderung meningkat. 

“Jika upaya revitalisasi pendidikan kejuruan yang telah dicanangkan pemerintah tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, maka angka pengangguran akan semakin tinggi,” jelas beliau.

Selain itu, Anwar Idris yang merupakan Anggota DPR RI Fraksi PPP yang mewakili Aceh 2 menjelaskan, Revolusi Industri 4,0 diartikan sebagai lompatan teknologi di bidang industri yang lebih efisien, efektif dan serba otomatif yang dikendalikan oleh robot dan kemampuan teknologi internet yang saat ini disebut dengan era digitalisasi. 

Menurut beliau, optimisme dari dampak revolusi industri bagi Indonesia adalah penciptaan aneka lapangan kerja baru. Dan tentunya diperlukan sumber daya manusia yang bermutu untuk menghadapi tantangan tersebut.

Sekolah Vokasi, lanjut beliau, merupakan solusi pemerintah dalam program pendidikan mengatasi masalah pengangguran. Akan tetapi, beliau juga mengingatkan bahwa perkembangan industri begitu pesat, tapi lajunya sering tidak mampu diikuti pendidikan kejuruan dari sisi sarana, prasarana, teknologi, kurikulum, maupun kompetensi gurunya. 

Padahal, imbuh beliau, guru adalah pemegang kunci keberhasilan pendidikan, tidak semuanya mampu mengembangkan diri dengan pengetahuan dan keterampilan terkini. Akibatnya, lulusan pendidikan kejuruan mayoritas masih bersifat siap latih, belum siap kerja, dengan daya adaptabilitas yang relatif rendah.

Maka menurut Anwar Idris, struktur kurikulum pendidikan di kejuruan harus dibuat sesederhana mungkin. Serta, kurikulum berbasis industri menyiapkan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya dan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan motivasi, potensi, dan bakatnya.

Selian itu, pemerintah juga perlu menambah porsi anggaran untuk meningkatkan mutu sarana prasarana SMK, Madrasah Aliyah Kejuruan, membangun Politeknik-Politeknik sesuai kebutuhan yang merata di seluruh kawasan Nusantara dan memperbesar beasiswa pendidikan mewujudkan Pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat, sesuai dengan tujuan bangsa dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Oleh: Anwar Idris

Anggota Komisi X Fraksi PPP





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV