Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Efektifitas Alokasi Anggaran Kementerian Pariwisata dan Peran Pemda

04 Mei 2018 - 13:42:03 | 135

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Saya awali tulisan artikel saya dengan Firman Allah Subhanahu Wata’ala

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu.Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan.Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur,” (QS Al A’raf 56-58).

Bumi sebagai tempat tinggal dan tempat hidup manusia dan makhluk Allah lainnya sudah dijadikan Allah dengan penuh rahmat-Nya. Gunung-gunung, lembah-lembah, sungai-sungai, lautan, daratan dan lain-lain semua itu diciptakan Allah untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh manusia, bukan sebaliknya dirusak dan dibinasakan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berjuta keindahan panorama didalamnya. Kekayaan akan sumber daya alamnya merupakan daya tarik tersendiri bagi nerga-negara lain. Tentunya pemandangan dan keindahan alamnya juga banyak dan beragam, mulai dari sabang sampai merauke terdapat keindahan alam yang tersembunyi yang tidak dimiliki oleh negara lain. Maka dari itu cintailah dan rawatlah alam yang kita miliki ini.

Perkembangan pariwisata di dunia semakin pesat, begitu pula yang terjadi di Indonesia. Hal ini, diikuti dengan perkembangan pariwisata secara lokal. Namun apabila berbicara mengenai dunia kepariwisataan, yang terbesit dalam benak adalah banyaknya perputaran uang atau pertumbuhan ekonomi yang mengalir ke dalam setiap individu atau masyarakat yang mengupayakan pariwisata. 

Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka negara Indonesia sebagai negara produsen paket-paket wisata, haruslah mampu mensejajarkan kualitas produk wisatanya dengan standarisasi kepariwisataan dunia.

Pariwisata memegang peranan dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi pariwisata terhadap devisa, Produk Domestik Bruto, dan penyerapan tenaga kerja yang menunjukkan peningkatan secara konsisten. Sementara peranan sektor minyak sebagai penghasil devisa negara merosotnya dan nilai ekspor sektor-sektor non minyak juga mengalami penurunan, pariwisata memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

Pemerintah meningkatkan daya saing kepariwisataan Indonesia melalui berbagai program kerja dan strategi. Program pembangunan pariwisata fokus pada program empat pilar pengembangan kepariwisataan yaitu, destinasi pariwisata, pengembangan industri pariwisata, pengembangan pemasaran pariwisata, dan pengembangan kelembagaan pariwisata (UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan).

Kerangka strategi dikembangkan dalam rangka merumuskan arah kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan. Program-program tersebut, dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan yang bersumber dari pengeluaran pemerintah ‘government spending’ (APBN). Alokasi anggaran untuk pengembangan kepariwisataan di Kementerian Pariwisata didasarkan pada empat program pilar dan strategi tersebut.

Pagu Anggaran Kementerian Pariwisata pada TA 2018 sebesar 3,7 T, jauh dari usulan atau rasionalitas kebutuhan sebesar 9 Triliun. Program prioritas Kemenpar diantaranya homestay desa wisata, digital tourism, pengembangan 10 destinasi wisata unggulan (Danau Toba, Tanjung kelayang Belitung, Tanjung lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai). Anggaran sebesar 875 M akan digunakan untuk mendanai pengembangan 10 destinasi prioritas tersebut.

Wilayah Aceh belum masuk program wilayah unggulan tersebut, meski sangat banyak destinasi Aceh yang sangat layak misalnya destinasi wisata di Aceh Tengah, Banda Aceh, Lhokseumawe, Bireuen, Langsa. Anggaran yang dialokasikan ke Kementerian Pariwisata dapat dialokasikan secara efektif dan efisien (spending wisely) dengan meningkatkan penajaman program dan kegiatan serta penyerapan anggaran. 

Kebijakan alokasi anggaran pemerintah disektor pariwisata selama ini lebih menitikberatkan pada kegiatan promosi dan pembinaan sektor pariwisata, harus disesuaikan (direalokasi/refocusing) sejalan dengan kebutuhan dan prioritas pengembangan pariwisata.

Pengembangan pariwisata ke depan sesuai dengan indikator daya indeks saing pariwisata diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan destinasi, dan peningkatan sumber daya manusia.

Apresiasi kita sampaikan kepada Kementerian Pariwisata yang telah berhasil mencapai target pertumbuhan wisman ke Indonesia 4 x lebih cepat dibandingkan pertumbuhan regional dan global. Jika dibandingkan dengan Malaysia, pertumbuhan kita lebih cepat. Akan tetapi, kita masih kalah jauh terkait jumlah wisman dengan negara tetangga kita tersebut.

Negara Kroasia yang berpenduduk sekitar 4,4 juta jiwa bisa secara efektif, dengan kebijakannya bisa mendatangkan wisman sekitar 12 juta per tahun. Bahkan Pemerintah Kroasia harus mendatangkan tenaga kerja dari negara tetangga, karena banyaknya wisman yang datang setiap tahunnya khususnya pada masa liburan musim panas.

Dalam hal ini, DPR RI membandingkan dengan Indonesia yang wilayahnyajauh lebih besar dari Kroasia mempunyai target wisman 2017 sebesar 15 juta dan20 juta di tahun. Negara tetangga Malaysia di tahun 2016 bisa mendatangkan turis sebesar 18 juta dan menargetkan 30 juta turis di tahun 2017. Hal positifnya adalah pertumbuhan rata-rata kunjungan turis ke Indonesia terus meningkat walaupun dari sisi jumlah wisman masih kalah jauh.

Sepuluh destinasi prioritas Kementerian Pariwisata memberi sumbangan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 8,5 juta orang untuk memenuhi target kunjungan sebesar 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Target ini membutuhkan usaha yang sangat ekstra (intensif) karena untuk menaikkan target kunjungan dari 462.567 orang menjadi 8,5 juta orang (kenaikan sebesar 1.837,6 persen) dalam kurun waktu 6 tahun sangat sulit dengan segala kendala dan hambatan yang dihadapi antara lain; rendahnya kualitas infrastruktur, masalah koordinasi dan perizinan dan kendala anggaran.

Pengembangan pariwisata sangat penting, terutama bagi negara berkembang karena industri pariwisata adalah industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, industri yang meningkatkan nilai suatu wilayah geografis, dan mendorong revitalisasi wilayah geografis yang sudah kehilangan daya tariknya.

Pengembangan pariwisata juga merupakan industri dengan low cost. Industri pariwisata tidak memerlukan investasi terlalu besar dalam jangka panjang sebelum memberikan keuntungan. Salah satu modal utama dalam pengembangan pariwisata sudah tersedia seperti daya tarik wisata (sumber daya alam, kebudayaan). 

Keuntungan yang lain yaitu pengembangan pariwisata merupakan jalan bagi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Hal ini dikarenakan pariwisata memiliki karakteristik memberikan peluang bagi penduduk lokal, memasarkan berbagai komiditi dan pelayanan dari konsumen yang datang, membuka peluang bagi upaya untuk mendiversifikasikan ekonomi lokal yang dapat menyentuh kawasan-kawasan marginal, membuka peluang bagi usaha-usaha ekonomi padat karya yang berskala kecil dan menengah.

Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersatu padu dan lebih kreatif dalam mempromosikan potensi wisata daerah. Undang-undang otonomi daerah banyak memberikan kebebasan pada pemerintah daerah untuk harus lebih berani dan inovatif melaksanakan kebijakan untuk memprioritaskan pengembangan potensi daerah mereka masing-masingdalam sektor pariwisata. 

Hubungan masyarakat atau peran serta masyarakat sangat berkaitan dengan kegiatan promosi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, bekembangnya dunia media sosial (medsos) harus bener-benar dapat dimanfaatkan oleh pemda dan masyarakat dalam mempromosikan wisata daerah.

Hubungan masyarakat tidak bertujuan untuk menjual suatu produk wisata namun berusaha untuk membuat produsen wisata disayangi oleh masyarakat pada umumnya tidak hanya kepada calon konsumen. Hubungan masyarakat berusaha menciptakan hubungan yang baik antara produsen pariwisata dengan lingkungan sekitar khususnya warga sekitar.


Dalam tulisan saya perlu saya berikan catatanpenting diantaranya :

  • Anggaran yang dialokasikan ke Kementerian Pariwisata dapat dialokasikan secara efektif dan efisien (spending wisely) dengan meningkatkan penajaman program dan kegiatan serta penyerapan anggaran.Kebijakan alokasi anggaran pemerintah disektor pariwisata selama ini lebih menitikberatkan pada kegiatan promosi dan pembinaan sektor pariwisata harus disesuaikan (direalokasi/refocusing) sejalan dengan kebutuhan dan prioritas pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata ke depan sesuai dengan indikator daya indeks saing pariwisata diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan destinasi, dan peningkatan sumber daya manusia.
  • Undang-undang Pemajuan Kebudayaan bisa melindungi kekayaan budaya Indonesia. UU ini sesuai amanah ayat 1 Pasal 32 UUD 1945 bahwa Negara memajukan Kebudayaan Nasional di tengah peradaban dunia. Artinya Kebudayaan Indonesia yang baik dan maju mesti mempengaruhi dunia.Pemajuan Kebudayaan akan dikordinasikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dengan berpedoman pada pokok pikiran kebudayaan daerah kabupaten/kota, pokok pikiran kebudayaan daerah provinsi, strategi kebudayaan serta rencana induk pemajuan kebudayaan. Adapun obyek-obyek kebudayaan terdiri dari tradisi, lisan, manuskrip, adat istiadat, situs, pengetahuan lokal, teknologi lokal dan seni.
  • Dalam Pembangunan Industri Pariwisata, pemerintah harus meningkatkan partisipasi usaha lokal dalam industri pariwisata nasional serta meningkatkan keragaman dan daya saing produk/jasa pariwisata nasional di setiap destinasi pariwisata yang menjadi fokus pemasaran.
  • Pembangunan Destinasi Pariwisata yang bertujuan meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing di dalam negeri dan di luar negeri harus efektif dan rasional karena anggaran yang digunakan untuk promosi tidak sedikit tapi boleh dikatakan juga cukup terbatas, maka difokuskan ke daerah yang mempunyai potensi pariwisatadengan melibatkan peran aktif masyarakat membangun sumberdaya manusia pariwisata, sehingga menambah tenaga kerja dan menigkatkan perekonomian suatu daerah.
  • Indonesia khususnya Aceh berpotensi mengembangkan wisata berbasis syariah seperti yang sudah dilakukan oleh negara tetangga dan mendapat dukungan penuh dari pemerintahnyamisal Singapura, Malaysia bahkan Thailand.Bahkan di Eropa pun sudah ada wisata halal hotel dan restoran yang punya label halal. Dan menjadi indikator mereka sudah melakukan standardisasi.Kemenpariwisata atau stake holder dalam mempromosikan potensi wisata daerah khususnya Aceh yang pada dasarnya mempunyai destinasi wisata yang rata-rata lebih indahdari wilayah lain di Indonesia. Serta harus cerdas dalam mempromosikan dengan memanfaatkan teknologi IT, Media Sosial dan cara yang kreatif sertamemasukkan unsur Islam yang rahmat bagi seluruh alam, indah damai dan tentunya ada keseriusan juga dari pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah daripada tergantung kekayaan alam seperti migas yang bisa habis pada saatnya, sektor pariwisata harusnya menjadi prioritas investasi masa kini dan masa mendatang.

  • Wallahu’alam bishawab



    Oleh: Drs. H. Anwar Idris

    Anggota Komisi X DPR RI-Fraksi PPP





    Login Member

    Kumpulan Rubrik



    Rubrik Hukum
           Konsultasi Hukum
           Pos Pengaduan Publik
    Rubrik Agama
           Hikmah
           Kajian Kitab
           Khazanah
           Khotbah
           Tokoh Tokoh Islam
           Konsultasi Agama
           Doa Harian
           Humor
           Kabar Islam
    Rubrik Organisasi
           KTA Online
           Konsultasi Organisasi
    Rubrik Seni
           Film
           Musik
           Acting
    Ruang Usaha
    DPLN (LN)
    Bela Negara
    Teknologi Tepat Guna
    Hijabers dan Fashionista
    Petiga TV