Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Gempa Lombok dan Peringatan Alquran

06 Agustus 2018 - 21:19:28 | 615

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang kerap dilanda gempa. Setelah gempa Jakarta yang mengawali 2018 lalu, kini untuk kali kedua Nusa Tenggara Barat kembali berduka. Belum reda ketakutan masyarakat Lombok oleh goncangan alamiah yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba, malam tadi (5/8/2018), bencana alam yang kerap menelan korban itu kembali mengguncang. Gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 91 orang meninggal dan 209 luka-luka. 

Dilansir dari detikcom, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani mengatakan gempa ini berada pada zona yang sama dengan gempa pada 29 Juli lalu di Lombok, yang juga menimbulkan kerusakan. Gempa yang mengguncang Lombok ini disebabkan oleh sesar atau patahan aktif, jenis sesar naik pada zona sesar busur belakang Flores (Flores Back Arc). Gempa yang berpusat di koordinat 116,48 derajat Bujur Timur dan 8,37 derajat Lintang Selatan dengan magnitudo 7,0 dan di kedalaman 15 km itu menimbulkan tsunami kecil dengan ketinggian maksimum 0,13 meter di Desa Carik dan 0,1 meter di Desa Badas, Lombok, NTB.

Bencana gempa sebenarnya telah Allah SWT sebutkan dalam Alquran yang terdapat dalam beberapa ayat, seperti:

"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." (Q.S. Al-Araaf:155)

"Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka." (Q.S. Al Ankabuut:37)

 Melihat ayat-ayat tersebut, maka sudah selayaknya kita khawatir akan keselamatan kita di dunia dan di akhirat.

Pada masa kekhalifaan Umar bin Khattab r.a, pernah terjadi gempa yang sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abid Dun-ya, kemudian Umar menempelkan tangannya ke tanah dan berkata kepada bumi,

"Ada apa denganmu?"

 Lalu Umar pun berkata kepada masyarakat:

“Wahai masyarakat, tidaklah gempa ini terjadi kecuali karena ada sesuatu yang kalian lakukan. Alangkah cepatnya kalian melakukan dosa. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika terjadi gempa lagi, aku tidak akan mau tinggal bersama kalian selamanya!”

Dan begitu pula nasehat dari seorang sahabat Nabi yang lainnya, yaitu Ka'ab bin Malik rodhiyallahu anhu berkata:

 “Tidaklah bumi berguncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di atasnya. Bumi gemetar karena takut Rabb-nya azza wajalla melihatnya.”

Gempa yang terjadi di Lombok ini, terjadi pukul 18.46 WIB. Seperti gempa-gempa yang sebelumnya terjadi, selalu dihubung-hubungkan waktu terjadinya gempa teresbut dengan ayat-ayat Al-Quran.

 Salah satunya seperti gempa yang terjadi di Padang pada 30 September 2009 yang telah meluluh lantakkan kota Padang pada pukul 17.16 WIB.

Musibah gempa yang terjadi di padang pada tahun 2009 ()

Lalu jika dilihat Quran Surat ke-17 ayat ke-16, yakni surat Al Isra ayat 16 yang artinya:

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya."

Lalu terjadi gempa susulan pada pukul 17.58, dan coba kita buka surat ke 17 ayat 58 yang artinya :

Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).

 Lalu, bagaimana dengan gempa yang terjadi di Lombok ini?

Berdasarkan kejadiannya, gempa terjadi pukul 13.34 WIB, dan jika dilihat dalam Al Quran surat ke-13 ayat ke-34.

Terdapat dalam Surat Al-Kafh pada ayat 46 yang artinya:

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."

 Menurut tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag)/ Departemen Agama (Depag), terkait qur’an surah 18:46, harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Sementara menurut tafsir Muhammad Quraish Shihab, harta benda dan anak merupakan keindahan dan kesenangan hidup kalian di dunia. Akan tetapi semuanya tidak ada yang abadi, tidak ada yang langgeng, dan pada akhirnya akan musnah. Kebaikan- kebaikan yang kekal adalah yang terbaik untuk kalian di sisi Allah. Allah akan melipat gandakan pahalanya, dan itulah sebaik-baik tempat menggantungkan harapan bagi manusia.

Seperti itulah hakikatnya kehidupan ini, semuanya adalah titipan. Tidak ada yang fana. Maka sudah seharusnya kita bergantung hanya kepada-Nya, dan menjaga bumi ini dengan sebaik-baiknya disertai amal perbuatan yang sesuai dengan tuntunan agama. Agar bumi tidak ketakutan dan bergetar, oleh kesalahan-kesalahan yang diperbuat manusia. (*)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV